Viral Gado-gado Ibu Maryati Langganan Artis hingga Dokter Cipete Utara Jakarta. Pencinta gado-gado ulek khas Betawi patut mencoba racikan Bu Maryati. Ia adalah sosok di balik Gado-gado Portal Bu Maryati yang kondang meski hanya berjualan di tempat sederhana.

Di Cipete Utara ada gado-gado enak yang dijajakan di kios sederhana dekat portal. Namanya Gado-gado Portal Bu Maryati yang punya keistimewaan bumbu gurih mlekoh! Gado-gado buatannya disukai banyak kalangan atas, termasuk para artis dan dokter. Tak jarang pesanan mereka ikut dalam antrean yang panjang.

Baca Yuk :

Viral Gado-gado Ibu Maryati Langganan Artis hingga Dokter Cipete Utara Jakarta.

Gado-gado adalah makanan khas Jakarta berisi sayur-sayuran yang direbus, irisan telur dan tahu, serta ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Sayur-sayuran ditambahkan dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah yang telah dihaluskan yang kemudian diaduk merata.

Gado-gado dapat dimakan langsung seperti selada dengan bumbu/saus kacang, atau dapat juga dimakan beserta nasi putih atau kadang-kadang juga disajikan dengan lontong.

Kios Gado-gado Portal Bu Maryati ada di Jl. H. Jian No. 4, Cipete Utara. Patokannya, persis di seberang pintu samping Mentari Intercultural School Jakarta Elementary.

Sebagai patokan jalan, kamu bisa masuk ke gang pertama di sebelah Brawijaya Hospital Antasari. Lurus sedikit saja, kamu akan menemukan kios gado-gado Bu Maryani di sebelah kiri.

Viral Gado-gado Ibu Maryati Langganan Artis hingga Dokter Cipete Utara Jakarta.

Gurih Mlekoh! Gado-gado Bu Mar yang Jadi Langganan Artis hingga Dokter

Kios sederhana tempat Bu Maryani berjualan gado-gado sejak 1980. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Ditemui detikfood (29/6), Bu Maryani bercerita banyak soal gado-gado buatannya, termasuk namanya yang sedikit keliru di Google. Pasalnya ia memiliki nama asli Maryani, namun di Google entah mengapa usahanya tertulis Maryati.

Adapun nama ‘portal’ merujuk pada posisi kios ini yang persis di dekat portal. Bu Maryani menempati kios ini sejak pertama kali berjualan, sekitar tahun 1980.

Viral Gado-gado Ibu Maryati Langganan Artis hingga Dokter Cipete Utara Jakarta.

Jualan gado-gado berawal dari iseng

Siapa sangka usaha sukses gado-gado Bu Maryani berawal dari iseng dan ketidaksengajaan. Dahulu ketika dirinya baru menikah dengan sang suami, ia tidak memiliki pekerjaan.

“Habis nikah bosan, diam, nganggur gitu di rumah. Jadi iseng-iseng gitu buka main-mainan gini-gini (bikin gado-gado), ya buka warung,” katanya. Ada beberapa barang yang juga ia tawarkan, tapi yang berjalan adalah usaha gado-gado.

Gurih Mlekoh! Gado-gado Bu Maryani Langganan Artis hingga Dokter

Bu Maryani berpose di depan kios miliknya. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Bu Maryani pun tak memiliki bekal resep atau kemampuan khusus untuk membuat gado-gado. Semua ia pelajari secara otodidak hingga tercipta rasa gado-gado yang disukai banyak kalangan.

Bu Maryani kini menjajakan gado-gado dalam 2 harga yaitu Rp 40 ribu dan Rp 50 ribu. Pembedanya ada pada ukuran.

Semua gado-gado masih dibuatnya sendiri, tanpa ada bantuan siapa pun, kecuali sang suami yang bertugas merebus sayuran. Bu Maryani mengulek bumbu kacang di atas cobek kesayangannya yang sudah ia pakai sejak pertama kali berjualan.

Viral Gado-gado Ibu Maryati Langganan Artis hingga Dokter Cipete Utara Jakarta.

Sejarah Gado-gado

Gado-gado adalah makanan khas Jakarta berisi sayur-sayuran yang direbus, irisan telur dan tahu, serta ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Sayur-sayuran ditambahkan dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah yang telah dihaluskan yang kemudian diaduk merata.

Gado-gado dapat dimakan langsung seperti selada dengan bumbu/saus kacang, atau dapat juga dimakan beserta nasi putih atau kadang-kadang juga disajikan dengan lontong.[2]

Adanya makanan gado-gado pada abad 17 (1628-1629) bermula saat kesultanan Mataram yang dipimpin Sultan Agung melakukan Penyerbuan di Batavia kehabisan pasokan bahan makanan terutama beras, selain itu lumbung-lumbung beras di sekitar Batavia dibakar oleh VOC, sehingga membuat perajurit warok dari Ponorogo yang tergabung dalam pasukan perang membuat sambal bumbu pecel dari kacang, kemudian disiramkan ke berbagai sayuran mentah yang ada di sekitar persawahan untuk bertahan hidup. Tindakan ini dalam bahasa jawa disebut Gado yang berarti makan hanya lauk saja atau makan lauk tanpa nasi, apa yang dilakukan oleh warok ini diikuti oleh prajurit lainnya untuk memakan sayur seadanya yang disiram sairan bumbu pecel. Seiring perkembangan zaman, kini gado-gado ditambahkan lontong yang diiris kecil, telur, tahu dan kerupuk yang disajikan di warung kecil hingga restoran.[3]

Bahan-bahan

Sayuran

Sayur-sayuran yang sering digunakan dapat bervariasi, walau sayuran yang biasa digunakan adalah:

  • Sayuran hijau yang diiris kecil-kecil seperti selada, kubis, bunga kol, kacang panjang, dan taoge
  • Sayuran lainnya seperti pare dan mentimun
  • Kentang rebus yang diiris
  • Telur rebus
  • Tempe
  • Tahu
  • Jagung Pipil

Dengan perkecualian telur dan kentang rebus, sayur-sayuran yang digunakan biasanya masih dalam keadaan mentah. Walau kadang-kadang sayuran seperti kubis dan bunga kol bisa juga direbus air panas. Ada juga sayuran yang kadang-kadang dimasak dengan uap air panas.

Viral Gado-gado Ibu Maryati Langganan Artis hingga Dokter Cipete Utara Jakarta.

Saus kacang

Salah satu perbedaan gado-gado dari selada sayur lainnya adalah saus kacang yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan untuk saus kacang ini juga dapat bervariasi. Bahan yang biasa digunakan adalah:

  • Kacang tanah yang dihaluskan
  • Bawang putih
  • Cabai, merica
  • Air jeruk nipis
  • Garam, gula merah

Terkadang juga ditambah:

  • Santan
  • Kecap
  • Terasi
  • Kencur

Viral Gado-gado Ibu Maryati Langganan Artis hingga Dokter Cipete Utara Jakarta.

Sumber :

  • food.detik.com/warung-makan/d-6157993/gurih-mlekoh-gado-gado-portal-ibu-mar-langganan-artis-hingga-dokter/
Baca Yuk :
Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , ,