Tips Parenting Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak, sebagian besar orang masih menganggap kecerdasan atau skill merupakan kunci dari keberhasilan. Namun, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa terlalu berfokus pada kedua hal tersebut justru dapat membuat individu lebih mudah mengalami kegagalan, takut akan tantangan, dan tidak mau belajar.

Hal yang lebih penting adalah orangtua perlu lebih berfokus pada proses pertumbuhan si Kecil. Pencapaian memang penting, akan tetapi proses untuk meraihnya merupakan aspek yang lebih penting.


Tips Parenting Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

Pintar bukan berarti harus memiliki nilai yang baik di sekolah atau juara dalam berbagai kompetisi. Cara mendidik anak yang sebaiknya dilakukan adalah agar kelak si Kecil pintar dalam menjalani hidup dan selalu termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Berikut ini adalah Tips Parenting Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak, yaitu:

    Baca Yuk :
  • Bantu anak mengenal jenis emosi yang dialami
    Masa anak-anak menjadi momen penting bagi buah hati untuk belajar mengelola emosi dengan baik. Namun, untuk mewujudkan hal ini orangtua perlu terlebih dahulu mengenalkan berbagai jenis emosi, mulai dari marah, kecewa, cemas, takut, malu, hingga bahagia.
    Mengenal jenis-jenis emosi membantu anak dalam mengidentifikasi emosi yang dialami. Dengan demikian, ia lebih mudah menemukan cara untuk mengatasi apa yang dirasakan. Selain itu, penting juga untuk membiarkannya mengekspresikan berbagai jenis emosi tanpa menghakimi perasaannya. Saat ketika anak bersedih. Ia dipersilakan menangis hingga merasa lega. Menangis merupakan cara yang sehat untuk meluapkan kesedihan dan ini berlaku juga baik untuk anak perempuan atau laki-laki.
  • Hindari menghakimi anak dan jadilah pendengar yang baik untuk anak
    Banyak orangtua mengeluhkan sifat anaknya yang tertutup dan gemar menarik diri. Padahal ini bisa saja karena ia merasa takut dihakimi jika bersikap terbuka. Anak ingin didengarkan dan mendapat validasi dari orang-orang terdekatnya. Ini dapat membangun kepercayaan antar satu sama lain, serta menciptakan citra diri yang positif. Menjalin kedekatan dengan anak juga bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, dekati anak secara perlahan dan bersikaplah layaknya teman dekat agar ia merasa nyaman. Ketika ia mulai bersedia membuka diri, pastikan orangtua menjadi pendengar yang baik dan memberi nasihat dengan cara yang lebih mudah diterima.
  • Walk the talk atau memberi contoh yang baik kepada anak
    Anak merupakan peniru ulung. Layaknya spons, ia akan menyerap segala sesuatu di kelilingnya dan menyimpan pengetahuan itu di dalam memori otaknya. Bukan tak mungkin hal tersebut bisa memengaruhi sikap dan perilaku anak di kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, semua berawal dari kita selaku orangtua. Jadilah contoh yang baik jika ingin membentuk versi terbaik buah hati. Memiliki sifat walk the talk sangat dianjurkan dalam hal ini. Artinya, apa pun yang ditanamkan kepada anak harus benar-benar diimplementasikan langsung oleh orangtua di kehidupan nyata. Misalnya, jika ingin membiasakan anak membaca buku. Orangtua juga harus memasukkan kegiatan ini sebagai rutinitas sehari-hari.
  • Ajak anak berdiskusi dua arah serta asah pola pikirnya
    Kecerdasan anak harus dilatih dan dipacu sejak dini. Hal itu bisa dilakukan dengan mengajak ia berdiskusi soal berbagai hal, baik yang bersifat pribadi maupun topik yang tengah hangat diperbincangkan. Kegiatan ini dinilai mampu membantu anak berpikir kritis, mengembangkan kerangka berpikir logis, serta menyusun argumentasi yang sistematis. Tentunya ini hanya dapat dicapai jika orangtua bersikap terbuka dan melihat anak sebagai partnerdiskusi sehingga tidak underestimate pendapat anak. Menanamkan nilai-nilai di atas juga diharapkan dapat mendorong anak lebih percaya diri, sehingga ia bisa meraih potensi maksimalnya di masa mendatang.
  • Sertakan justifikasi di setiap aturan yang ditetapkan
    Orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk sang buah hati. Tak jarang orangtua menerapkan aturan yang dirasa memberatkan dari sudut pandang anak. Sayangnya, banyak juga dari mereka yang tak menjelaskan makna atau alasan di balik larangan yang dilayangkan. Tentu saja orangtua tak bisa berharap anak memahami maksud dan niat baik mereka. Bukan tak mungkin, jika anak pun akhirnya berpikir bahwa orangtuanya hanya bersikap otoriter. Oleh karena itu, sertai justifikasi yang jelas di setiap aturan yang ditetapkan. Ini sekaligus membiasakan anak berpikir secara rasional.

Rasa percaya diri dapat dikembangkan sejak dini, peran penting orang tua sangat dibutuhkan untuk membangun dan mengasah kepercayaan diri anak.

Tips Parenting Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

Referensi:

  • https://www.haibunda.com
  • https://www.idntimes.com
  • https://www.continentalpress.com
Baca Yuk :

Rekomendasi Untuk Anda :


Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , ,