Tips Menghadapi Anak yang Suka Merajuk, kebiasaan merajuk merupakan suatu hal yang biasa terjadi pada anak dan remaja.Hal ini dapat terjadi Ketika anak sedang tidak baik suasanya hatinya.

Perilaku merajuk pada anak biasanya sering terjadi yaitu dengan melakukan untuk menunjukkan beberapa tanggapan negatifnya terhadap lingkungan sekitar atau menunjukkan bahwa mereka sedang marah, merasa tidak sedang, dan frustasi.


Tips Menghadapi Anak yang Suka Merajuk

Sangat penting bagi orang tua atau pengasuh untuk tak menyerah pada hal tersebut. Karena dengan mencoba berargumentasi atau menyalahkan anak hanya akan memperburuk situasi.

Setiap anak memang memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan sesuatu, termasuk dengan merajuk.

Saat merajuk biasanya, si Kecil cenderung mengungkapkannya dengan cara diam, menyendiri, atau bahkan menunjukkan wajah cemberut dari waktu ke waktu. Biasanya, sikap merajuk dilakukan oleh si Kecil untuk menunjukkan pada orang tua atau orang-orang di sekitarnya bahwa ia sedang merasa tidak nyaman, tak suka atau marah.

Baca Yuk :

Merajuk yang terjadi secara berkelanjutan dapat membuat anak memiliki sikap yang kurang baik di masa depan. Hal ini pada akhirnya akan membuat si Kecil kesulitan mendapat teman.

Berikut ini adalah beberapa tips yang telah dLuz rangkum untuk menghadapi anak Ketika merajuk, diantaranya adalah:

  • Hindari terlalu memanjakan anak
    Memanjakan anak memang boleh-boleh saja. Namun demikian, sebaiknya tidak melakukan perilaku ini secara berlebihan. Alih-alih sebagai ungkapan rasa sayang, memanjakan anak terlalu berlebihan justru bisa membuat si Kecil memiliki kebiasaan merajuk saat keinginannya tak dipenuhi.
  • Isyarat visual
    Isyarat visual cenderung bekerja dengan anak yang masih balita. Dalam metode ini, orangtua harus memanggil namanya, menarik perhatiannya, meniru ekspresi cemberutnya. Kemudian, gunakan jari-jari untuk mengubah cemberut menjadi senyuman. Ini mungkin memengaruhi Si Kecil untuk melakukan hal yang sama, dan meskipun mungkin tidak selalu berhasil, Bunda selalu dapat mencobanya.
  • Pola asuh sepaham
    Hindari perbedaan pendapat dengan pasangan Anda. Sebaliknya, ciptakanlah pola asuh sepaham yang benar-benar dilakukan oleh kedua belah pihak. Jadi, saat pasangan sedang bersikap tegas, Anda juga harus bersikap demikian. Dengan begitu, si Kecil tak akan merajuk pada salah satu pihak. Tindakan ini juga bisa membuat anak sadar bahwa dirinya salah.
  • Mendengarkan keluhan
    Dalam suatu waktu, Anda mungkin kesulitan berinteraksi dengan balita karena sibuk bekerja. Begitu menanyakan bagaimana hari-hari mereka berlalu, balita juga sering tak menjawab, malah hanya bisa merengek.   Oleh karena itu, sebaiknya Anda dapat memahami bahwa balita Anda sedang melewati hari yang buruk. Bisa jadi disebabkan kelakuan pengasuh bayi yang memarahi mereka, atau dijahili saudara yang lebih tua.  Untuk cara terbaik untuk merespons dalam situasi seperti ini adalah dengan memberi tahu pada anak bahwa Anda akan selalu ada buat mereka. Berikan juga keyakinan bahwa Anda selalu siap menjadi tempat untuk mereka mengadu dan mencurahkan isi hatinya.  Namun demikian,  jangan paksa dia berbicara. Biarkan dia merenung dan memilah-milah kalimat yang ada di kepalanya. Bersabarlah dan tetap mendengarkannya ocehan mereka sepanjang hari, agar Anda mendapatkan kepercayaan.
  • Ajak anak untuk mengekpresikan perasaannya secara verbal
    Saat orangtua melihat anak cemberut atau merajuk, berikan perhatiannya dan dorong dia untuk mengungkapkan masalahnya dengan kata-kata. Yakinkan anak bahwa anda tidak akan menanggapi masalahnya secara negatif. Berkomunikasi dengan anak secara efektif.
  • Berikan pengertian
    Saat anak sedang merajuk, cobalah untuk memberikan pengertian padanya. Tak perlu dengan nada tinggi atau hingga membentak, apalagi sampai memukul anak. Lakukanlah secara perlahan, dengan nada yang lembut, namun dapat dimengerti sepenuhnya oleh si Kecil.
  • Ciptakan komunikasi yang baik
    Ciptakanlah komunikasi yang baik dengan si Kecil. Tindakan ini dapat membuatnya bersikap lebih terbuka, sehingga orang tua bisa lebih paham akan segala kondisi yang sedang anak alami. Pada akhirnya, Anda dapat melakukan beberapa upaya agar si Kecil bisa merasa lebih baik, sehingga dirinya tak kerap merajuk lantaran kurang perhatian.
  • Beri pujian sekadarnya saja
    Saat anak sudah tak lagi merajuk, Anda sebagai orang tua sebaiknya memberikan pujian atau ucapan terima kasih padanya. Tindakan ini perlu dilakukan agar si Kecil paham bahwa apa yang orang tua lakukan adalah semata-mata untuk kebaikan dirinya. Pujian yang orang tua berikan pada anak saat dirinya tak merajuk, juga turut menunjang perkembangan sikap dewasanya. Tapi ingatlah untuk memberikan pujian sekadarnya saja.
  • Beri dia waktu
    Sebagai orangtua, tentu kita tidak dianjurkan untuk memarahi balita meskipun dia melakukan kesalahan fatal. Tapi terkadang perilaku balita yang sesukanya saja bisa membuat Anda marah dan tak sengaja membentak mereka.  Kalau sudah begitu, biasanya buah hati Anda akan merajuk dan menjauh dari Anda. Bahkan ketika Anda mencoba meminta maaf dan memeluknya, dia akan menolak dan merengek. Untuk itu, turuti permintaan buah hati Anda dengan cara membiarkannya merajuk sendirian.   Sama halnya seperti orang dewasa, anak-anak juga perlu waktu untuk pulih dari rasa kesal akibat pertengkaran. Ketika rasa kesal itu pulih, anak biasanya akan kembali tersenyum dipelukan Anda.
  • Perbanyak quality time bersama anak
    Menghabiskan waktu berkualitas bersama anak tak hanya terasa menyenangkan namun juga bermanfaat bagi pertumbuhan anak. Dengan sering melakukan quality time, Anda dan anak pun memiliki kesempatan yang besar untuk melakukan banyak hal baik. Perhatian yang baik dari Anda dapat memberikan stabilitas dan pengasuhan yang positif bagi anak-anak Anda. Ini juga akan membantu anak tetap bahagia dan terbuka tentang masalahnya kepada Anda dengan cara yang sehat. Yang paling penting, menghabiskan waktu berkualitas bersama anak secara rutin akan mencegah mereka dari kebiasaan merajuk.

Pastikan juga bahwa anak mendapatkan nutrisi yang cukup, karena jika anak kekurangan nutrisi bisa menjadi alasan lain mengapa anak sering mengalami perubahan suasana hati. Karena itu, pastikan Bunda memberi anak makanan bergizi yang cukup. Kesehatan fisik yang baik akan selalu memastikan Si Kecil memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik pula. Itulah Tips Menghadapi Anak yang Suka Merajuk, semoga bermanfaat.

Tips Menghadapi Anak yang Suka Merajuk

Referensi:

  • Anak Gemar Merajuk, Apa yang Harus Dilakukan?, klikdokter.com
  • Wajib Tahu! Anak Suka Merajuk, Ikuti Tips Ini Moms, herstory.co.id
  • Tips Terbaik Hadapi Anak yang Suka Merajuk, akurat.co
Baca Yuk :

Rekomendasi Untuk Anda :


Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , ,