Gaya Hidup Skincare Ramah Lingkungan yang Patut Dicoba. Isu global warming dan perubahan iklim yang ekstrem membuat sejumlah produsen perawatan tubuh menciptakan skincare ramah lingkungan atau sustainable beauty. Produk ramah lingkungan memang tengah tren di kalangan masyarakat, termasuk produk kecantikan. Hal ini dikarenakan banyak yang percaya jika skincare ramah lingkungan lebih aman digunakan.

Setiap produk berbahan organik diklaim dibuat hanya dengan bahan-bahan terbaik yang tersedia dari alam, bersertifikat, aman untuk kulit dan lingkungan. Hal ini menjadikan skincare ini patut dicoba. Berikut beberapa rekomendasi skincare ramah lingkungan yang patut Anda coba.


Gaya Hidup Skincare Ramah Lingkungan yang Patut Dicoba

1. Kapas Berbahan Kain

Ini sebetulnya bukan skincare, tetapi beauty tools. Reusable cotton pad sedang populer belakangan ini. Kapas reusable bisa secara signifikan dapat mengurangi limbah. Gunakan reusable cotton pad untuk menghapus riasan dan mengaplikasikan toner. Anda bisa coba reusable cotton pad dari brand Sudi Organic, Evening.co, atau Demi Bumi.

Baca Yuk :  Mengajarkan Anak Berbagi Sejak Dini Agar Tidak Egois

2. Manfaatkan Produk Isi Ulang

Produk kemasan ternyata menyumbang sampah lebih besar daripada yang lain. Untuk menguranginya, Anda bisa memanfaatkan produk isi ulang. Jika biasanya produk kecantikan isi ulang atau refill kebanyakan ditemukan pada sabun, kini semakin banyak perusahaan perawatan kulit, rambut, dan riasan yang dapat diisi ulang, lho! Beberapa di antaranya seperti Bhumi Moisturizer Refil, Wild Deodorant, dan Ouai Fine Hair Shampoo. Beberapa foundation, bedak dan cushion juga banyak yang menyediakan refill-nya.

3. Perhatikan Komposisi Skincare

Bahan dasar skincare ramah lingkungan biasanya tidak mengandung SLS atau Sodium Lauryl Sulfate. SLS sering disingkat menjadi sulfat, atau deterjen, dan surfaktan yang biasa terkandung dalam produk perawatan tubuh dan rambut. Contoh brand yang tidak menggunakan SLS dalam produknya adalah Sensatia Botanica. Ada juga produk barunya yaitu sheet mask yang terbuat dari serat merk VEOCEL. Di mana serat dari merek ini telah tersertifikasi biodegradable atau bisa terurai ke alam. Menarik, ya!

Baca Yuk :  Tanda-Tanda Usus Kotor dan Tidak Sehat

4. Gunakan Produk yang Multi-use

Sekarang sudah banyak brand yang mengeluarkan satu produk untuk beberapa tujuan. Misalnya, blush on yang bisa juga digunakan sebagai pewarna bibir, eyeliner yang juga bisa dipakai sebagai eyeliner, dan sebagainya. Ini bermanfaat agar kita tidak boros dalam menggunakan kosmetik. Selain lebih hemat, waktu untuk berdandan juga akan lebih singkat.

5. Jangan Lupa Daur Ulang Kemasan Skincare

Setelah produk skincare atau makeup Anda habis, bersihkan lalu keringkan wadah tersebut. Anda bisa memilah wadah plastik dan wadah kaca, kemudian berikan ke bank sampah. Atau, ada juga beberapa brand yang menyediakan booth khusus atau layanan pengembalian kemasan. Tujuannya tentu untuk didaur ulang kembali agar tidak mengotori bumi.

Baca Yuk :  Fakta Mengenai Penyakit Hepatitis Misterius Serang Bocah hingga Orang Dewasa di Jakarta

 

Nah, itulah konsep skincare ramah lingkungan yang patut untuk dicoba. Ramah lingkungan bukan sekedar konsep, melainkan juga gaya hidup. Setuju?

*sumber:

Earth Day: Saatnya Beralih Ke Sustainable Beauty Untuk Menjaga Bumi

https://www.popmama.com/life/fashion-and-beauty/faela-shafa/produk-kecantikan-lokal-yang-punya-konsep-ramah-lingkungan/3

https://journal.sociolla.com/beauty/tips-terapkan-sustainable-beauty 



Tags : , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »