Saham Netflix Anjlok Hampir 20%, Pelanggan Baru Turun di Awal 2022. Jumlah subscriber tumbuh melambat, saham Netflix anjlok hingga 20%. Netflix Inc telah memupus harapan untuk rebound cepat setelah memperkirakan pertumbuhan pelanggan di kuartal pertama lemah.

Hal tersebut membuat saham Netflix anjlok hampir 20% dan menghapus sebagian besar keuntungan yang dipicu pandemi Covid-19 dari tahun 2020.


Saham Netflix Anjlok Hampir 20%, Pelanggan Baru Turun di Awal 2022

Mengutip Reuters (21/1), layanan streaming terbesar di dunia itu memproyeksikan, penambahan 2,5 juta pelanggan pada periode Januari hingga Maret 2022. Prediksi tersebut kurang dari setengah dari proyeksi analis yang sebesar 5,9 juta pelanggan baru.

Alasan Netflix memangkas ekspektasi pertumbuhan pelanggan baru dilakukan sebagai langkah antisipasi keterlambatan kedatangan konten yang menarik bagi banyak pelanggan seperti musim kedua “Bridgerton” dan film perjalanan waktu Ryan Reynolds “The Adam Project.”

Baca Yuk :  KODE REDEEM GENSHIN IMPACT 28 Februari 2022 Terbaru Terlengkap

Alhasil, saham Netflix anjlok hampir 20% menjadi US$ 408,13 dalam perdagangan setelah penurupan. Tak sendirian, pesaingnya, Walt Disney Co, yang telah mempertaruhkan masa depannya untuk membangun bisnis streaming yang kuat, juga koreksi 4%. Saham perangkat streaming lainnya, Roku Inc, juga melemah 5% usai perdagangan Kamis (20/1).

Sebagai informasi, Netflix menambahkan 8,3 juta pelanggan baru pada periode Oktober hingga Desember 2021. Jumlah tersebut meleset dari target para analis yang telah memproyeksikan pertambahan 8,4 juta pelanggan.

Dengan demikian, total pelanggan global dari Netflix mencapai 221,8 juta di akhir 2021.

Dalam sebuah surat kepada pemegang saham, Netflix mengatakan, pihaknya yakin pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan kesulitan ekonomi di beberapa bagian dunia seperti Amerika Latin mungkin telah membuat pertumbuhan pelanggan tidak pulih ke tingkat yang terlihat sebelum pandemi.

Baca Yuk :  Ide Menu Sahur dan Buka Puasa untuk Pasien Diabetes

“Covid menciptakan banyak ketidakstabilan yang menyulitkan untuk memproyeksikan jumlah pelanggan, tetapi semua dasar bisnis cukup solid,” kata Co-Chief Executive Netflix Ted Sarandos.

Neflix pun membukukan laba per saham yang disesuaikan sebesar US$ 1,33. Realisasi ini melewati perkiraan konsensus analis dengan 82 sen per saham. Sementara, pendapatan Netflix mencapai US$ 7,71 miliar, yang sesuai dengan perkiraan.

Selain itu, perusahaan sedang mencari cara baru untuk menarik pelanggan termasuk dengan video game seluler. Netflix mengatakan, telah merilis 10 game pada tahun 2021, senang dengan penerimaan awal dan akan memperluas portofolio gamenya pada tahun 2022.

Saham Netflix Anjlok Hampir 20%, Pelanggan Baru Turun di Awal 2022

Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Kota Solo Senin 16 Mei 2022

Sumber : https://kontan.co.id/