Risiko Gaya Hidup Pescatarian yang Perlu Diperhatikan, gaya hidup pescatarian adalah gaya hidup yang mekankan pola makan untuk tidak mengonsumsi daging putih atau merah seperti ayam dan sapi, akan tetapi memakan makanan berupa ikan-ikanan, udang, kerang dan masih bisa mengonsumsi susu dan telur. Pola makan ini sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun tetap memiliki resiko seperti di bawah ini:

Risiko Gaya Hidup Pescatarian

Merkuri Berlebih pada Tubuh

Gaya hidup pescatarian memiliki resiko paparan merkuri berlebih masuk ke tubuh melalui seafood. Tak bisa dipungkiri bahwa kini keadaan air laut kita sudah tercemar dengan logam berat, maka tak terkecuali ikan-ikannya pun demikian.


Baca Yuk :  Profil Shayne Pattynama, Calon Fullback Naturalisasi Timnas Indonesia yang Main di Kasta Tertinggi Norwegia

Beberapa jenis ikan-ikanan dan kerang yang berasal dari laut memiliki kadar merkuri yang tinggi, seperti:

  • Ikan tuna
  • Ikan makarel
  • Ikan pedang
  • Ikan hiu
  • Abalone
  • Tiram
  • Kepiting
  • Lobster

Kandungan merkuri berlebih pada tubuh adalah hal yang berbahaya karena dapat mengakibatkan kelemahan otot, gangguan gerakan motorik halus, kehilangan penglihatan tepi, tremor, insomnia, sakit kepala, dan perubahan emosi. Untuk meminimalisir risiko tersebut, kamu bisa membatasi asupan ikan laut yang masuk ke dalam tubuhmu, terutama bagi jenis-jenis seafood yang memiliki kandungan merkuri tinggi setidaknya hanya saru kali seminggu. Lalu pilihlah ikan jenis lain yang memiliki kandungan merkuri rendah, seperti:

  • Ikan lele
  • Ikan kembung
  • Ikan mas
  • Ikan selar
  • Ikan kerapu
Baca Yuk :  7 Tips Diet Gluten Free Bagi Pemula

Tinggi Kolesterol

Pola makan yang menekankan untuk makan makanan seperti udang, cumi-cumi, kepiting, udang, dan lobster, memungkinkan seseorang memiliki kolesterol tinggi di tubuhnya. Kolesterol yang tinggi berisiko meningkatkan kemungkinan penyakit pada pembuluh darah dan jantung. Agar terhindar dari hal tersebut, imbangilah dengan memakan sayuran dan buah yang berserat tinggi.

Adapun cara pengolahan seafood yang perlu diperhatikan agar santapanmu menjadi lebih sehat, seperti menghindari memasak dengan metode menggoreng atau menggunakan minyak lebih baik menggunakan metode dikukus, rebus, dan dipanggang.

Itulah informasi mengenai kekurangan dari gaya hidup pescatarian yang perlu kamu ketahui. Hal-hal diatas akan bisa diminimalisir lagi jika kalian melakukan aktifitas fisik seperti berolah raga.

Baca Yuk :  Apple Rilis Update iOS 15.2.1, Apa Perubahannya?

Risiko Gaya Hidup Pescatarian yang Perlu Diperhatikan

Referensi: alodokter.com, gaya.tempo.co

Foto Ilustrasi: Mike Bergmann on Unsplash



Tags : ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »