Penyebab Penyakit OCD Pada Anak, gangguan Obsesif Kompulsif atau Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah sebuah kondisi mental di mana penderitanya memiliki pemikiran obsesif dan bertindak kompulsif.

Untuk bisa meredakan cemas dan takut tersebut, mereka merasa perlu melakukan sesuatu secara terus-menerus, atau disebut juga dengan istilah kompulsif.


Jika tidak dilakukan, pengidap gangguan OCD akan selalu merasa cemas. Akhirnya, mereka jadi terus-menerus melakukan hal yang sama untuk meredakan kecemasan.

Namun masalahnya, kecemasan tersebut selalu datang, sehingga membentuk suatu siklus yang tak berkesudahan.

Penyebab Penyakit OCD Pada Anak

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab OCD. Namun begitu, Stres dapat memperburuk gejala yang timbul.

Baca Yuk :  KODE REDEEM PUBG Mobile 26 Februari 2022 Terbaru

OCD umumnya lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria dan sering muncul pada remaja atau dewasa muda.

Faktor risiko OCD, meliputi:

  • Orang tua, saudara kandung, atau anak dengan OCD
  • Perbedaan fisik di bagian tertentu pada otak
  • Depresi, kecemasan, atau tics
  • Pengalaman dengan trauma
  • Riwayat kekerasan fisik atau seksual sebagai seorang anak.
  • Seorang anak terkadang mengalami OCD setelah terserang infeksi streptokokus.

Kondisi ini merupakan gangguan neuropsikiatri autoimun pediatrik yang terkait dengan infeksi streptokokus atau PANDAS. Menurut laman healthy places, setidaknya ada 4 penyebab anak mengalami OCD. Diantaranya :

  • Faktor biologis
    OCD pada anak disebabkan adanya kekurangan pada serotonin yang merupakan senyawa kimia dalam otak. Hal itu menyebabkan penghantar yang merangsang sel-sel saraf dalam otak yang berkomunikasi satu sama lain tidak bekerja dengan baik. Beberapa ahli juga mengindikasikan bahwa OCD bisa jadi faktor genetik yang diwariskan dari orangtua ke anak.
  • Faktor lingkungan
    Kebiasaan keluarga yang mengajarkan hidup terlalu bersih atau terlalu teratur juga menjadi penyebab terjadinya OCD. Dari sini anak akan belajar dan terbiasa dengan pola tertentu sehingga ia akan cemas jika keluar dari pola yang biasa.
  • Faktor Psikologis
    Kekerasan secara fisik dan emosional, perubahan situasi secara drastis, kematian orang yang dicintai, perceraian orangtua, permasalahan di sekolah, atau trauma lainnya bisa jadi faktu penyebab OCD pada anak.
  • Faktor Infeksi bakteri
    Bakteri seperti streptococcal bisa berdampak pada kinerja otak dan saraf sehingga mengganggu proses logisnya dalam mengelola informasi. Sehingga anak akan memiliki ketakutan dan kecemasan berlebihan terhadap sesuatu.
Baca Yuk :  Ambivert, Antara Introvert dan Ekstrovert

International OCD Foundation mengungkapkan bahwa gangguan ini bisa terjadi pada anak dari segala usia. Meski begitu, gejalanya sering muncul untuk pertama kalinya ketika anak berusia 8-12 tahun.

Referensi: halodoc.com,rsupsoeradji.id



Tags : , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »