Pendapat Ahli Kanker Jepang Dr. Makoto Kondo: Kemoterapi Itu Sangat Beracun, Dr. Makoto Kondo adalah seorang dokter ahli kanker dari Jepang kelahiran 24 Oktober 1948. Dokter ini menyampaikan pandangannya yang berbeda mengenai penyakit kanker yang ia tulis di dalam bukunya yang berjudul 47 Cara Agar Tidak Terbunuh Oleh Dokter Anda dan buku 20 Nasihat Bagaimana Agar Tidak Terbunuh Oleh Dokter Ahli Kanker. Di dalam buku tersebut ia menjelaskan sebuah paradigma baru terhadap penyakit kanker. Berikut dLuz rangkumkan informasinya spesial untuk anda:

Pendapat Ahli Kanker Jepang Dr. Makoto Kondo: Kemoterapi Itu Sangat Beracun

Menurut dosen bidang radiologi di Keio University, Jepang ini hal yang perlu ditekakankan bahwa yang menakutkan sebenarnya bukan kanker melainkan pengobatannya. Hal ini dikarenakan mengapa orang yang semula energik menjadi lemah setelah terserang penyakit kanker dan juga menjalani pengobatan?


Menurutnya, selama tidak menjalani pengobatan kanker seseorang lebih bisa menjaga pikirannya secara jelas dan sadar, dan menjalani hidup bahagia sampai pada detik-detik terakhir hidupnya.

Baca Yuk :  5 Manfaat dari Membiasakan Gaya Hidup Tepat Waktu

Ia menambahkan, jika tidak ada rasa sakit, rasa tidak nyaman, atau tidak nafsu makan dan gejala lainnya. Namun,  dalam pemeriksaan medis terdeteksi kanker, maka kanker ini dipastikan adalah pseudo kanker (kanker palsu/ semu). Sementara itu,  untuk mendeteksi kanker payudara hanya mengandalkan pencitraan Sinar X. Dan ternyta,  99%-nya juga adalah pseudo kanker atau kanker palsu. Namun sayangnya, sebagian besar penderita tetap saja akan menjalani proses mastektomi (operasi pengangkatan payudara). Maka dalam hal ini Dr. Makoto Kondo menyarankan agar sebaiknya kita berhati-hati.

Apakah Perlu Kemoterapi?

Menurut Makoto Kondo, kemoterapi itu sangat beracun. Kanker yang bisa disembuhkan secara kemoterapi saat ini hanya ada empat jenis,  yaitu leukemia akut, limfoma ganas, kanker testis dan kanker koriokarsinoma. Namun, beberapa jenis kanker ini hanya menduduki sekitar 10% dari semua jenis kanker.

Racun dalam obat kemoterapi itu sangat keras, dapat berefek samping yg serius. Semakin tinggi usia, dan semakin lama waktu merokok, maka toksisitas kemoterapi akan tampak lebih jelas. Dan yang pasti membuat penderitanya tidak menikmati hidup akibat rasa sakit dan efek yang ditimbulkan dari kemoterapi.

Baca Yuk :  Potret Susi Pudjiastuti Pakai Kebaya Memperingati Hari Kartini 2022

Adapun beberapa kutipan nasehat dari Dr. Makoto Kondo yang perlu kamu ketahui:

  1. Yang menakutkan bukan kankernya tapi pengobatannya.
  2. Lebih dini menemukan kanker juga percuma.
  3. Operasi adalah cedera serius yang disengaja oleh buatan manusia.
  4. Kemoterapi itu sangatlah beracun.
  5. Sebesar 90% dari penyakit kanker, terlepas diobati tidak, masa bertahan hidupnya sama.
  6. Meskipun dokter telah memastikan bahwa anda terserang kanker, jika anda tidak menderita karena penyakit itu, maka lebih baik menunggu sambil mengamati.
  7. Operasi berjalan sukses tidak sama dengan kanker berhasil disembuhkan. Sekalipun operasi berjalan sempurna, namun kanker padat yg sesungguhnya itu juga pasti akan kambuh.
  8. Makin “canggih” proses terapi, semakin harus anda waspadai.
  9. Metode pemeriksaan melalui pancaran sinar-X 360 ° secara keseluruhan, mengambil gambar cross-sectional (potong –lintang) bagian dalam tubuh pasien, dosis radiasi sekali periksa CT Scan itu setara dengan 200 – 300 kalinya sinar X atau radiography normal. Dosis radiasi sekali periksa CT Scan itu bisa memicu terjadinya kanker.
  10. Memperkuat sistem kekebalan tubuh tidak bermanfaat untuk pencegahan & pengobatan kanker, bahkan sama sekali tidak efektif.
Baca Yuk :  Download Twibbon Hari POM TNI tahun 2022, Desain Keren dan Gagah! Share di Media Sosialmu Sekarang Juga

Menurutnya yang terpenting bagi para penderita kanker adalah memperbaiki gaya hidup ke gaya hidup yang lebih baik dan sehat dengan makan, olahraga, dan istirahat teratur. Jangan lupa juga untuk selalu bahagia dan ceria menjalani hidup.

Pendapat Ahli Kanker Jepang Dr. Makoto Kondo: Kemoterapi Itu Sangat Beracun

(nusantaranews.co, grid.id, foto ilustrasi: National Cancer Institute on Unsplash)