Menurut Para Ahli, 16 Persen Capung Dunia Terancam Punah, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menemukan bahwa setidaknya 16 persen dari sekitar 6.000 capung yang diidentifikasi rentan terancam punah, bahkan sangat terancam punah.

Menurut Para Ahli, 16 Persen Capung Dunia Terancam Punah

Dilansir dari BBC, “Rawa dan lahan basah lainnya memberi kami layanan penting,” kata Direktur Jenderal IUCN Dr Bruno Oberle.


Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menemukan bahwa setidaknya 16 persen dari sekitar 6.000 capung yang diidentifikasi rentan terancam punah, Para peneliti menyebutkan bahwa hilangnya rawa dan lahan basah lainnya yang disebabkan oleh urbanisasi dan pertanian yang tidak berkelanjutan menjadi faktor pendorong penurunan capung global secara cepat.

Oberle menjelaskan, keberadaan rawa dan lahan basah menyimpan karbon, memberikan air bersih dan makanan, melindungi banjir, dan menawarkan habitat bagi satu dari spesies yang ada di dunia. Namun, menurut temuan terbaru, ekosistem ini menghilang tiga kali lebih cepat daripada hutan.

Baca Yuk :  Cara Mudah Mengganti Suara Google Maps Jadi Berbahasa Indonesia

Kepala Red List IUCN, Craig Hilton-Taylor mengungkapkan, penilaian ilmiah terbaru menunjukkan dunia telah kehilangan 35 persen lahan basahnya dalam rentang tahun 1970 dan 2015. Tingkat kerugian yang diakibatkan oleh hilangnya lahan turut mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Red List IUCN pada Kamis (9/12/2021), jumlah spesies yang secara resmi terdaftar sebagai spesies terancam punah saat ini melebihi 40.000. Desman Pyrenean, hewan yang tinggal di sungai ini, menempati kategori terancam punah dari yang sebelumnya rentan karena kehilangan habitatnya.

Berita dari Reuters, Kamis (9/12/2021), Viola Clausnitzer, seorang ahli biologi yang telah mempelajari capung selama beberapa dekade, menyebut temuan IUCN sebagai ‘tanda peringatan’ dan mengatakan dia khawatir bahwa sebagian besar dari mereka terancam punah karena banyak yang tidak dapat dinilai karena kesenjangan data.

Baca Yuk :  9 Cara Mudah Membuat Bibir Lembap dan Tampak Merah Merona

Mengurangi jumlah predator lahan basah seperti capung akan menyebabkan jumlah nyamuk semakin meningkat. Keberadaan nyamuk dapat membawa penyakit seperti malaria dan demam berdarah di iklim hangat.

Capung sendiri merupakan hewan yang banyak menghabiskan waktu hidupnya dalam bentuk nimfa. Nimfa akan berubah menjadi capung dewasa dan hidup sehari untuk bereproduksi. Capung masuk dalam ordo Odonata yang memiliki dua sub orde, Zygoptera, dan Anisoptera.

Salah satu yang disorot dalam pembaruan ini adalah desman Pyrenean semi-akuatik, mamalia yang hanya ditemukan di sungai-sungai di Andorra, Prancis, Portugal, dan Spanyol.

Makhluk berhidung tabung ini telah “terdaftar” dari “rentan” menjadi “terancam punah”. Dengan hidung panjang sensitif dan kaki berselaput besar, ini adalah salah satu dari hanya dua spesies desman yang tersisa di dunia.

Baca Yuk :  Resep Sup Kimlo, Sup Khas Cina dengan Bunga Sedap Malam

Populasi desman Pyrenean telah menurun sekitar setengahnya sejak 2011, terutama karena dampak manusia pada habitat sungainya, termasuk pembangkit listrik tenaga air, konstruksi bendungan dan waduk, serta ekstraksi air untuk pertanian.

Itulah informasi Capung Dunia Terancam Punah, Penyebab utama Capung Dunia Terancam Punah antara lain makin berkurangnya hutan, penggunaan pestisida, danĀ  perubahan iklim. Padahal, serangga berperan besar dalam rantai makanan. Serangga menjadi makanan utama bagi burung, ikan, reptil, dan beberapa mamalia.

Referensi: detik.com,jurnas.com



Tags : , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »