Mengenal Penyakit OCD Pada Anak Yang Perlu diwaspadai, OCD atau Obsessive-Compulsive Disorder adalah Gangguan kecemasan yang ditandai dengan sikap perfeksionis dan terobsesi pada sesuatu secara berlebihan

Menurut American Psychiatric Association, OCD adalah gangguan kecemasan yang membuat anak memiliki pikiran, ide, atau sensasi yang tidak diinginkan secara berulang, sehingga harus melakukan sesuatu secara berulang.


Mengenal Penyakit OCD Pada Anak Yang Perlu diwaspadai

Mengutip American Psychiatric Association, OCD dijelaskan sebagai gangguan kecemasan yang dapat membuat seseorang memiliki pikiran atau sensasi kuat yang tidak diinginkan, sehingga membuatnya merasa harus melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Gangguan OCD pada anak pada dasarnya memiliki gejala yang sama dengan orang dewasa.

Penyebab OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Penyebab gangguan obsesif kompulsif belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diangtaranya adalah:

  • Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita gangguan obsesif kompulsif.
  • Menderita gangguan mental lain, seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, depresi, atau sindrom Tourette.
  • Memiliki kepribadian yang sangat disiplin, terlalu teliti, serta ingin semua hal terlihat rapi.
  • Pernah mengalami peristiwa yang menyebabkan trauma atau stres, seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik
Baca Yuk :  Begini Caranya Agar Akun WhatsApp Tak Sembarangan Dimasukkan ke Grup tertentu

Gejala OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Gejala OCD meliputi pikiran yang mengganggu dan timbul terus menerus (obsesif), serta perilaku yang dilakukan berulang-ulang (kompulsif).

  • Pikiran Obsesif
    Obsesif adalah gangguan pikiran yang terjadi terus menerus dan menimbulkan rasa cemas atau takut, beberapa pikiran obsesif antara lain :
    Takut kotor atau terkena penyakit, misalnya menghindari bersalaman dengan orang lain atau menyentuh benda yang disentuh banyak orang.
  • Sangat menginginkan segala sesuatu tersusun selaras atau teratur dan tidak senang bila melihat sekumpulan benda menghadap ke arah yang berbeda.
  • Takut melakukan sesuatu yang bisa berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain, misalnya merasa ragu apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu.
Baca Yuk :  Resep Pizza Roll Makanan Kekinian Favorit Keluarga

Perilaku Kompulsif

Kompulsif adalah perilaku yang dilakukan berulang-ulang, guna mengurangi rasa cemas atau takut akibat pikiran obsesif, seperti :

  • Mencuci tangan berkali-kali sampai lecet.
  • Menyusun benda menghadap ke arah yang sama.
  • Memeriksa berulang kali apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu.

Gejala gangguan obsesif kompulsif sering kali menyerang di awal usia dewasa dan cenderung memburuk seiring usia penderita bertambah.

Gangguan OCD pada anak ditandai dengan dua karakter atau perilaku yang tidak terpisahkan, yaitu obsesif dan kompulsif. Perilaku obsesif dalam gangguan OCD pada anak dapat berupa rasa cemas dan takut yang berlebihan dan tidak bisa dikendalikan, akan sesuatu yang mungkin saja tidak masuk akal.

Baca Yuk :  Potret Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Tampil Profesional Masuk Majalah Forbes Indonesia

Umumnya, kecemasan pada anak usia 2,5 tahun adalah normal sesuai dengan perkembangan tubuh dan otaknya. Saat usia 4 tahun anak perlahan akan mulai mengenali lingkungannya sehingga kecemasan-kecemasannya hilang. Namun, bagi anak penderita OCD, saat usia 4 tahun kecemasan-kecemasan berlebihannya tidak hilang.

Referensi: halodoc.com, hellosehat.com, haibunda.com



Tags : , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »