Mengenal OCD Ekstrem Yang Dialami Aliando Syarief, Aktor Aliando Syarief mengaku didiagnosis menderita gangguan mental extreme OCD atau Obsessive Compulsive Disorder.

Aliando Syarief mengakui jika dirinya sedang tidak baik-baik saja, belum lama ia mengumumkan jika terkena penyakit OCD ekstream.


Mengenal OCD Ekstrem Aliando Syarief

Diagnosis OCD ekstream pada Aliando berbeda dari penderita biasanya.  “kalau OCD itu mereka kalau melihat buku nggak rapi, kebuka itu nggak enak di tutup lagi. tapi ini lebih, masa mandi aja harus gue hitung rambut. kan kacau gitu,” kata Aliando saat live Instagram beberapa hari lalu.

“Cukup mengganggu karena itu dulu pernah kena kelas 2 SD, tapi balik lagi umur 25 sekarang. Waktu SD tuh udah selesai OCD-nya, habis itu kena OCD lagi baru 2019 akhir kemarin,” kata Aliando.

Menurutnya, ini sudah sangat parah. Dimana dia bahkan tidak bisa melakukan apapun seperti aktivitas biasa.

Bahkan, Ali juga sempat bercerita di kesempatan yang sama kalau dia bahkan tidak bisa membuang sampah. Ketika dirinya ingin membuang sampah, maka dirinya malah berdelusi.

Sehingga, dirinya harus berada di tempat berantakan namun tetap harus tertata. Berantakan yang tidak beradu satu sama lain.

Ali juga sempat menceritakan bagaimana dirinya kerepotan saat memakan kuaci. Ketika makan satu bungkus kuaci saja sampah kuaci tersebut harus berantakan namun tidak boleh saling menempel satu sama lain.

Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Kota Solo Rabu 18 Mei 2022

Dalam kesempatan yang sama juga, Aliando juga mengungkapkan OCD yang dirasakannya tidak main-main efeknya. Serta, ia pun memberikan pesan untuk jangan malu apabila memiliki OCD karena bisa disembuhkan lewat berkonsultasi.

OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan.

Gangguan obsesif kompulsif dapat dialami oleh siapa saja. Walaupun lebih sering terjadi di awal usia dewasa, OCD juga bisa terjadi pada anak-anak atau remaja.

Penderita OCD terkadang sudah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya tersebut berlebihan, tetapi tetap merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghindarinya.

Gejala OCD adalah gangguan pikiran yang menimbulkan rasa cemas atau takut terus menerus, dan perilaku yang dilakukan berulang kali guna menghilangkan kecemasan tersebut.

Sebagai contohnya adalah, penderita OCD yang takut terkena penyakit, akan mencuci tangan secara berlebihan atau terlalu sering membersihkan rumah.

Beberapa penderita OCD hanya mengalami pikiran obsesif tanpa disertai perilaku kompulsif, atau sebaliknya. Pikiran dan perilaku ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan hubungan sosial penderita, baik disadari maupun tidak.

Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Malang Senin 28 Februari 2022

Pikiran Obsesif
Obsesif adalah gangguan pikiran yang terjadi terus menerus dan menimbulkan rasa cemas atau takut. Semua orang kadang mengalami hal ini, tetapi pada penderita OCD, pikiran tersebut muncul berulang-ulang dan menetap. Pikiran obsesif bisa tiba-tiba muncul ketika penderita OCD sedang memikirkan atau melakukan hal lain.

Beberapa pikiran obsesif antara lain:

  • Takut kotor atau terkena penyakit, misalnya menghindari bersalaman dengan orang lain atau menyentuh benda yang disentuh banyak orang.
  • Sangat menginginkan segala sesuatu tersusun selaras atau teratur dan tidak senang bila melihat sekumpulan benda menghadap ke arah yang berbeda.
  • Takut melakukan sesuatu yang bisa berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain, misalnya merasa ragu apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu.

Perilaku Kompulsif

Kompulsif adalah perilaku yang dilakukan berulang-ulang, guna mengurangi rasa cemas atau takut akibat pikiran obsesif. Perasaan lega sesat bisa muncul setelah melakukan perilaku kompulsif, namun kemudian gejala obsesif akan muncul kembali dan membuat penderita mengulangi perilaku kompulsif.

Penderita OCD bisa saja menyadari bahwa perilaku yang mereka lakukan berlebihan. Akan tetapi, mereka merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghentikannya.

Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Kota Banyuwangi Kamis 17 Februari 2022

Gejala perilaku kompulsif meliputi:

  • Mencuci tangan berkali-kali sampai lecet.
  • Menyusun benda menghadap ke arah yang sama.
  • Memeriksa berulang kali apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu.

Gejala gangguan obsesif kompulsif sering kali menyerang di awal usia dewasa dan cenderung memburuk seiring usia penderita bertambah. Selain memburuk seiring bertambahnya usia, gejala OCD juga semakin parah bila penderita mengalami stres.

Hal tersebut pun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan penderitaan yang cukup signifikan. Bahkan, saat seseorang berusaha mengabaikan OCD yang dialaminya, maka yang terjadi justru sebaliknya, tekanan dan kecemasan bisa meningkat.

Segera periksakan diri ke psikiater apabila sudah mengalami kondisi seperti ini. Jika tidak segera ditangani, OCD bisa berlangsung bertahun-tahun dan menyebabkan depresi. Pada tingkatan yang sangat parah, depresi akan  mendorong penderitanya untuk melakukan percobaan bunuh diri sehingga harus di cegah dan di obati sejak awal.

Referensi: alodokter.com, halodoc.com,liputan6.com



Tags : , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »