Mengenal Nunchi, Parenting ala Korea Tingkatkan Kebahagiaan dan Kecerdasan Anak, Penulis buku The Power of Nunchi: The Korean Secret to Happiness and Success, Euny Hong, mengatakan bahwa nunchi adalah seni memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang. Kemampuan ini banyak ditemukan pada mereka yang peka terhadap dinamika dalam kelompok tertentu.

Tata krama dan sopan santun sangat penting di Korea Selatan. Untuk mengajarkannya pada anak sejak dini, para orangtua di sana kerap menggunakan konsep Nunchi dalam pola asuhnya.


Mengenal Nunchi, Parenting ala Korea Tingkatkan Kebahagiaan dan Kecerdasan Anak

Konsep Nunchi adalah sebuah seni memahami perasaan orang lain dalam menjalin relasi atau hubungan sosial. Bukan hanya melatih sopan santun, metode ini juga dipercaya dapat meningkatkan kecerdasaan sosial anak di kemudian hari.

Mengenal Nunchi

Dalam bahasa Korea, Nunchi diambil dari kata “Nun” yang berarti mata, serta “Chi” yang berarti alat ukur. Saat digabungkan, kedua kata tersebut bisa diartikan sebagai “ukuran mata”.

Baca Yuk :

Nunchi diperkenalkan oleh filsuf China bernama Confusius kepada masyarakat di Korea Selatan sekitar 25 abad yang lalu. Seiring berjalannya waktu, konsep tersebut pun menjadi salah satu budaya yang penting dalam kehidupan masyarakat di sana.

Nunchi merupakan sebuah seni untuk merasakan dan memahami apa yang orang lain rasakan. Agar ke depannya, kita bisa merespon perasaan tersebut dengan tepat.

Jika seseorang dapat mengasah kemampuan tersebut, maka ia dipercaya akan mencapai hal yang baik dalam hidupnya. Seperti memilih pasangan yang tepat, membangun relasi kerja, serta mengurangi kecemasan sosial.

Dalam segi parenting, orangtua yang menerapkan konsep tersebut dalam pola asuh, dipercaya dapat membangun kecerdasan sosial yang baik pada anak mereka pada kemudian hari.

Berikut ini adalah konsep Nunchi, yaitu:

  • Its not all about you
    Bagian dari konsep ini adalah dengan mengajarkan bahwa anak tidak selalu menjadi objek utama. Misalnya, saat lama menunggu makanan datang di sebuah restoran, alih – alih menyalahkan keadaan, orangtua di Korea akan mengajak Si Kecil untuk melihat situasi yang sama juga sedang dialami orang lain.
  • Life long learner
    Pola pengasuhan ini dimaksudkan agar anak – anak paham bahwa segala hal tidak terjadi (selalu) sesuai kehendak mereka; sehingga penting untuk melatih diri melihat situasi dari perpektif orang lain.
  • Terbiasa bekerja dalam tim
    Nunchi membuat anak – anak terbiasa bekerja dalam tim dan mewujudkan keinginan bersama. Sekolah Korea tidak menyediakan jasa pembersih toilet. Anak – anak diberi tanggung jawab membentuk tim dan bergantian membersihkan fasilitas umum. Tidak hanya akan belajar soal kebersihan, mereka akan terlatih untuk memiliki empati dan mewujudkan hasil terbaik bagi kepentingan bersama.
  • Manfaat di masa depan
    Di Korea, penerapan Nunchi sudah dimaknai sebagai suatu keharusan. Anak – anak yang diajarkan praktek ini terbukti di masa depan terlatih untuk memiliki empati yang tinggi, lebih mudah menemukan partner atau teman sejati, lebih sukses dalam berkarir, hingga dapat lebih cepat meredam ketakutan dalam diri.

Nunchi mempelajari konsep kecerdasan emosional dengan kemampuan bijaksana. Orang tua di Korea menanamkan Nunchi dengan terlebih dahulu mengajari anak-anak mereka pelajaran penting bahwa ‘ini bukan tentang kamu’.

Contoh gaya parenting Nuchi dengan membaca situasi dapat dilihat ketika seorang ibu dan putranya yang berusia empat tahun telah menunggu lama antrean untuk makan, dan sang putra mulai tidak sabar karena lapar. Seorang ibu Korea tidak akan menjawab, “Oh, anak malang! Maafkan ibu. Ini ibu punya beberapa buah anggur yang bisa menahan laparmu.”

Sebaliknya, sang ibu justru akan berkata, “Lihatlah semua orang yang mengantri, sama seperti kamu. Sekarang, apakah kamu pikir kamu satu-satunya orang dalam antrian ini yang lapar?”

Pola pengasuhan ini dimaksudkan untuk mengajari anak-anak bahwa dunia tidak berputar di sekitar mereka, dan bahwa segala sesuatunya tidak akan mudah didapatkan oleh mereka.

Nunchi dapat menjadi kekuatan bagi orang tua atau anak introvert. Melalui Nunchi, seseorang dapat melawan kecemasan sosial dan mengelola stres dengan baik

Kata “nunchi” lebih bermakna ketimbang sopan santun dan empati. Pasalnya, konsep “nunchi” memprioritaskan kecerdasan sosial. Nah, untuk mencapai hal itu, orang tua jadi teladan agar anak bisa bersikap bijaksana dan peduli dengan lingkungan sekitar.

Kecerdasan akademis bukanlah nomor satu. Kecerdasan emosional tidak kalah penting. Dengan mengetahui konsep parenting “nunchi” agar punya kepedulian sosial.

Mengenal Nunchi, Parenting ala Korea Tingkatkan Kebahagiaan dan Kecerdasan Anak

Referensi:

  • https://id.theasianparent.com
  • https://www.popmama.com
  • https://pinterest.com
Baca Yuk :

Rekomendasi Untuk Anda :


Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , ,