Manfaat Permen Karet Untuk Kesehatan, Permen karet adalah makanan yang dapat dikunyah namun tidak dapat ditelan, mempunyai rasa manis dan bisa dibuat gelembung.

Manfaat Permen Karet Untuk Kesehatan

Rasa manis permen karet berasal dari bahan bakunya yaitu gula dan beberapa bahan lain yang membuatnya manis. Perbedaan permen karet dengan permen yang lainnya adalah permen karet bersifat lengket karena di dalamnya terkandung getah.


Permen karet tidak hanya bisa membuat nafas menjadi segar, permen karet juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Permen karet yang baik untuk kesehatan adalah permen karet bebas gula. Permen karet bebas gula, jika kadar gula di dalamnya kurang dari 0,5 gram.

Akan tetapi jika mengkonsumsi permen karet yang mengandung gula atau zat aditif lain dalam jumlah berlebihan, seperti BHT (Butylated hydroxytoluene), aspartam, dan titanium dioksida, oleh karena itu sebaiknya dibatasi karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.

Berikut ini manfaat menguyah permen karet yaitu:

  • Meningkatkan Memori
    Studi menemukan, mengunyah permen karet saat bekerja dapat meningkatkan berbagai aspek, seperti fungsi otak, kewaspadaan, memori, pemahaman, dan pembuatan keputusan. Orang yang mengunyah permen karet saat ujian mengerjakan 24 persen lebih baik dalam tes memori jangka pendek, dan 36 persen dalam tes memori jangka panjang.
    Namun, bagaimana permen karet meningkatkan memori belum diketahui secara menyeluruh. Satu teori menyebutkan, hal ini berkaitan dengan aliran darah yang meningkat ke otak akibat mengunyah permen karet.
    Studi juga menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat meningkatkan fungsi otak. Hal ini dikarenakan saat mengunyah, aliran darah ke otak semakin lancar sehingga memaksimalkan kinerjanya. Otak akan lebih mudah mengingat momen saat anda mengunyah permen karet, sehingga dianjurkan untuk makan saat sedang belajar atau ingin menghapal sesuatu.
  • Mengurangi Stress
    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan mengunyah permen karet, tingkat Stress seseorang dapat berkurang. Riset ini dilakukan kepada mahasiswa, dan dikatakan bahwa terjadi penurunan pada hormon penyebab stres yakni kortisol.
  • Menurunkan Berat Badan dan Nafsu Makan
Baca Yuk :  DFC 2021 Kota Malang, Sustainable Fashion dan Digital Marketing

Sebuah studi kecil menemukan, mengunyah permen karet setelah makan siang menurunkan rasa lapar dan kebiasaan ngemil di kemudian hari hingga 10 persen.

Permen karet diketahui juga dapat meningkatkan laju metabolisme. Para sukarelawan membakar 19 persen kalori lebih banyak dibandingkan kelompok yang tidak mengunyah permen karet.

Akan tetapi, studi ini perlu diteliti lebih lanjut. Perlu diteliti lagi apakah hal tersebut dapat membantu penurunan berat badan dalam jangka panjang.

Mengunyah permen karet juga bisa mengurangi nafsu makan. Sebuah studi menunjukkan bahwa permen karet dapat membantu menahan rasa lapar dan ingin ngemil sebesar 10 persen.

Gerakan mulut yang dilakukan saat mengunyah permen karet bisa membakar kalori. Penelitian menunjukkan orang yang makan permen karet membakar kalori lebih banyak sebesar 19 persen dari pada orang yang tidak mengunyah permen karet sama sekali.

  • Menyegarkan Bau Mulut
Baca Yuk :  Wajib Tahu! Begini Cara Menggunakan Sunscreen untuk Pemula

Permen karet kini sudah memiliki banyak rasa dan varian. Jika Anda memakan permen dengan rasa manis yang berlebih, memang akan memberikan dampak buruk pada gigi Anda karena gula di dalamnya akan menjadi makanan bagi bakteri dalam mulut.
Tapi, bila Anda mengonsumsi permen karet yang mengandung bahan xylitol, Anda akan merasa kebalikannya. Permen tersebut akan mencegah munculnya bakteri penyebab kerusakan gigi dan bau mulut hingga 75 persen.
Fakta lainnya, permen karet yang dikonsumsi setelah makan dapat meningkatkan produksi air liur. Peningkatan ini berpengaruh pada proses pencucian mulut oleh saliva. Gula-gula dan sisa makanan yang menjadi makanan bakteri akan tercuci jika terdapat banyak air liur di dalam mulut.

  • Menjaga Kesehatan Gigi

Mengunyah permen karet bebas gula dapat melindungi gigi, sehingga terbebas dari gigi berlubang.

Permen karet bebas gula lebih baik dibanding yang mengandung gula. Tahukah Anda? Gula dalam permen karet memberi “makanan” bagi bakteri jahat di dalam mulut penyebab gigi rusak dan bau mulut!

Karena itu, sebaiknya kunyah permen karet yang mengandung xylitol, karena lebih efektif mencegah kerusakan gigi. Suatu studi menunjukkan, permen karet yang mengandung xylitol dapat mengurangi bakteri jahat di dalam mulut hingga 75 persen.

  • Mencegah naiknya asam lambung (refluks asam lambung)

Refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan sehingga menyebabkan iritasi pada saluran tersebut.
Gejala utamanya adalah perih pada perut bagian atas serta rasa asam pada mulut.
Saat makan permen karet, produksi liur akan meningkat. Bertambahnya produksi liur dapat mengubah pH liur menjadi basa dan membuat Anda lebih sering menelan. Hasilnya, asam lambung menjadi netral jika asam tersebut naik ke kerongkongan sehingga iritasi pada kerongkongan ikut berkurang.

  • Mencegah Infeksi Telinga Tengah pada Anak
    Terdapat sebuah studi mengenai pencegahan infeksi telinga tengah pada anak-anak dengan cara mengunyah permen karet.
    Telinga tengah merupakan bagian yang terhubung dengan kerongkongan belakang hidung. Membuka atau menutupnya saluran ini berkaitan dengan proses mengunyah.
    Meskipun diperlukan studi lebih lanjut, namun mengunyah permen karet tampak memiliki potensi manfaat dalam penyakit ini.
Baca Yuk :  DAFTAR Mudik Gratis BUMN 2022: Simak Jadwal, Syarat, Kota Tujuan Hingga Tanggal Pemberangkatan

permen karet tenyata sudah ada sejak zaman dahulu, pada zaman dahulu, orang Yunani mengambil getah dari pohon damar wangi dan mengunyahnya.Permen karet ditemukan di Finlandia. Bangsa Maya Kuno, suku Aztec, dan Yunani akan mengunyah permen karet untuk mencegah rasa lapar. Permen karet juga digunakan sebagai penyegar napas.

Sementara saat ini, permen karet dibuat secara sintetis dan dikemas untuk penjualan massal. Itulah Manfaat Permen Karet Untuk Kesehatan, semoga bermanfaat.

Referensi: alodokter.com, hellosehat.com



Tags : , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »