Manfaat Lompat Tali Secara Rutin Pada Anak, walau terlihat sederhana namun manfaat olahraga lompat tali memberi pengaruh besar bagi tubuh dan otak pada anak.

Lompat tali dapat membakar banyak kalori, memperkuat koordinasi dan kepadatan tulang, serta dapat mengurangi risiko cedera dan penyakit jantung. Sehingga baik dilakukan secara rutin setiap hari.


Manfaat Lompat Tali Secara Rutin Pada Anak

Olahraga lompat tali atau skipping termasuk dalam kelompok olahraga pliometrik atau plyometrics. Manfaat latihan pliometrik yang pertama adalah dapat meningkatkan kekuatan dan kecepatan Anda. Gerakan dari pliometrik dapat membantu kekuatan otot di lengan dan otot kaki. Hal ini terjadi karena laju perkembangan gaya yang lebih tinggi saat melakukan gerakan pliometrik.

Berdasar studi yang diterbitkan American Association for Health, 10 menit lompat tali setiap hari selama 6 minggu. Sebanding dengan menghabiskan 30 menit jogging untuk jangka waktu yang sama.

Manfaat Lompat Tali Pada Anak

Bermain lompat tali,  Selain seru dan menyenangkan memiliki beragam manfaat yang baik untuk anak. Berikut Manfaat Lompat Tali Secara Rutin Pada Anak yang telah dLuz rangkum, yaitu:

  • Mengembangkan Kemampuan Otak
    Menurut Jump Rope Institute, melompat membantu mengembangkan kemampuan otak kiri dan kanan, meningkatkan kesadaran spasial, serta keterampilan membaca anak. Tak hanya itu, lompat tali juga bisa meningkatkan daya ingat dan kewaspadaan sehingga kinerja anak di sekolah dapat menjadi lebih baik. Ketika akan melompat otak anak berputar menentukan strategi agar bisa meloncati tali dengan baik.
  • Melatih Keseimbangan
    Meloncati tali dibutuhkan koordinasi yang baik dalam melakukan permainan ini. Dengan kata lain, anak akan dilatih keseimbangannya jika rutin bermain loncat tali. Saat melakukan gerakan melompat berulang, keseimbangan dan refleks tubuh otomatis meningkat.
  • Menumbuhkan Keberanian
    Lompat tali dapat membuat si kecil semakin berani. Bayangkan saja, ia diharuskan melompati tali di tingkatan tertentu. Anak juga tidak boleh mengenai tali sedikitpun karena jika kena tanpa sengaja, maka ia tidak lagi boleh mengikuti permainan. Main lompat tali juga bisa menumbuhkan kepercayaan diri anak. Ketika bermain lompat tali, secara bertahap si kecil harus melompatinya dengan ketinggian yang sudah diatur.
  • Melatih Kedisiplinan
    Dikutip dari The Active Family, lompat tali ternyata diketahui memiliki manfaat untuk mental dan keterampilan anak. Penelitian menunjukan, aktivitas ini mampu mendorong pemikiran kreatif sekaligus melatih rasa disiplin.
  • Menambah tinggi badan
    Skipping dan olahraga teratur lainnya bisa membantu Anda menambah tinggi badan. Selama berolahraga, kelenjar pituitari akan melepaskan lebih banyak hormon pertumbuhan (HGH) untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan maksimal.Tinggi badan akan berhenti tumbuh umumnya saat Anda menginjak usia 16 tahun pada wanita dan 18 tahun pada pria.
    Tinggi badan akan mulai menyusut mulai usia 40 tahun hingga seterusnya. Berdasarkan fakta ini, alhasil orang dewasa tidak bisa merasakan efek pertumbuhan tinggi badan dari olahraga skipping.
  • Meningkatkan Kekuatan Otot
    Saat melompat, anak dituntun agar sebisa mungkin tidak mengenai tali barang sejengkal pun. Mau tidak mau, setiap lompatan menggerakkan seluruh bagian tubuh. Otot tubuh pun dapat bergerak bersamaan
  • Menjaga Kesehatan Jantung
    Saat bermain, detak jantung mengalami peningkatan ke intensitas yang lebih tinggi dari biasanya. Latihan intensitas tinggi terbukti membuat jantung lebih kuat dan mengurangi risiko anak terkena penyakit jantung.
  • Mengembangkan Suasana Hati Positif
  • Ketika bermain, tubuh menghasilkan hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati dan meredakan stres. Selain itu, permainan tali juga dapat mengurangi ketegangan, meningkatkan kualitas tidur, dan membuat anak lebih aktif.
  • Membakar kalori
    Lompat tali bisa membakar 200 hingga 300 kalori dalam 15 menit. Itu mungkin lebih dari latihan kardio berkelanjutan lainnya, seperti berlari atau bersepeda.
  • Mengurangi risiko cedera
    Melakukan lompat tali secara rutin juga disarankan untuk mereka yang menggeluti olahraga lain, seperti basket, tenis, dan sepak bola. Lompat tali membantu mengkoordinasikan gerakan tubuh bagian atas dan bawah sehingga lebih gesit. Aktivitas ini justru dapat membantu anak terhindar dari bahaya cedera.
Baca Yuk :  Durasi Tidur Ideal Untuk Kesehatan Jantung

Walaupun aktivitas fisik seperti lompat tali memiliki banyak manfaat, namun beberapa hal seperti durasi permainan hingga kondisi anak juga harus tetap diperhatikan.

Durasi lama permainan dapat dilihat dari seberapa aktif anak dan kondisi kesehatannya. Adapun rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention yaitu:

  • Anak usia prasekolah atau 3 – 5 tahun: selalu aktif secara fisik sepanjang hari
  • Anak usia sekolah dan remaja atau 6 – 17 tahun: Melakukan 60 menit atau lebih aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga kuat setiap hari. Aktivitas yang direkomendasikan seperti berlari, aerobik, melompat hingga push-up tiga hari setiap minggu.

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan Public Library of Science menemukan bahwa anak perempuan berusia 11 hingga 14 tahun yang berpartisipasi dalam lompat tali mingguan memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak lompat tali.

Baca Yuk :  Kode Redeem Ni no Kuni Cross Worlds 28 Mei 2022 Terbaru, Dapatkan Banyak Hadiah dan Cara Klaim Mobile, IOS dan PC

Referensi : halodoc.com, haibunda.com,merdeka.com, theasianparent.com



Tags : , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »