Kondisi Psikologis Sedang Terganggu, Menjaga kesehatan fisik itu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan mental. Menurut National Institute of Mental Health, diperkirakan 7% orang dewasa akan merasakan perasaan sedih atau blue feeling yang bisa menjadi salah satu tanda depresi klinis atau adanya gangguan kepribadian.

Setiap orang bisa mengalami kondisi baik dan buruk dalam kesehatan mental mereka. Pengalaman yang membuat stres atau seperti kehilangan orang yang dicintai, dapat mengganggu kondisi psikologis.


Ada beberapa tanda dan ciri kondisi psikologis sedang terganggu pada seseorang yang bisa diamati.

Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Terkadang gejala yang dialami menyebabkan penderitaan yang signifikan akan mengganggu kualitas hidup, baik dalam aspek sosial, pekerjaan, atau pendidikan selama jangka waktu tertentu.

Kesehatan mental sangat perlu untuk diperhatikan. Kondisi psikologis juga bisa mengalami masalah yang perlu diatasi sesegera mungkin.

Menurut American Psychiatric Association dan menurut psikolog klinis Deborah Offner yang telah kami rangkum, berikut ini tanda psikologis terganggu yang perlu Anda ketahui

Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

  • Merasa tidak sabar dan cepat marah
    Perilaku tidak sabar dan cepat marah yang terus-menerus muncul dapat diartikan bahwa Anda tidak tahu apa sebenarnya yang sedang mengganggu Anda. “Cepat marah bisa menjadi tanda depresi atau kecemasan,” kata Offner. Selain itu, kelelahan dapat terjadi jika kesehatan mental Anda tidak tertangani terlalu lama.
  • Ketakutan atau kegelisahan yang berlebihan
    Ketakutan dan kecemasan yang akan sering membuat Anda merasa takut, cemas, gugup, atau panik berlebihan, bahkan pada hal sepele.
  • Masalah berpikir
    Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau masalah dengan ingatan, pikiran, atau ucapan yang sulit dijelaskan.
  • Perubahan suasana hati
    Perubahan suasana hati dapat berupa kesedihan yang mendalam, ketidakmampuan untuk mengekspresikan kegembiraan, ketidakpedulian terhadap situasi, perasaan putus asa, tawa pada waktu yang tidak tepat tanpa alasan yang jelas, atau pikiran untuk bunuh diri.
  • Mengalami sakit yang tidak bisa dijelaskan
    Anda mengalami sakit yang tidak bisa dijelaskan dan seketika hilang dan kembali muncul, mungkin saja perasaan itu berasal dari kecemasan.
  • Penarikan diri
    Sering duduk dan tidak melakukan apa-apa untuk waktu yang lama, atau berhenti dari aktivitas yang sebelumnya dinikmati.
  • Kebiasaan tidur dan makan yang berubah secara dramatis
    Kebiasaan tidur dan makan yang berubah secara dramatis (bisa lebih atau kurang) dari biasanya. Biasanya juga disertai kenaikan atau penurunan berat badan yang cepat.
    Menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI) masalah kesehatan mental dapat mengganggu  tidur, demikian juga gangguan tidur yang dapat membuat gejala penyakit mental bertambah buruk.
  • Sangat enggan bekerja
    Menurut HelpGuide, kekecewaan dan ketidakpedulian tentang pekerjaan bisa menjadi tanda-tanda kelelahan. Selain itu, depresi dan kecemasan dapat mengganggu kinerja Anda di tempat kerja.
  • Kepercayaan diri yang rendah
    Orang dengan gangguan kepribadian biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah. Akibatnya, mereka sering kali mengungkapkan pikiran atau perasaan mereka melalui amarah. Selain itu, orang dengan kepercayaan diri yang rendah juga sangat bergantung pada pujian dan persetujuan orang lain untuk menemukan jati diri mereka.
Baca Yuk :  Ini loh 6 Aktivitas yang Bikin Panjang Umur

Tidak ada penyebab tunggal dari penyakit mental. Tanda psikologis terganggu biasanya berasal dari berbagai faktor (kadang-kadang dalam kombinasi).

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seseorang mengembangkan penyakit mental:

Faktor Kesehatan Mental Terganggu

  • Faktor biologis. Zat kimia otak memainkan peran utama dalam penyakit mental. Perubahan dan ketidakseimbangan neurotransmiter, pembawa pesan kimiawi di dalam otak, sering dikaitkan dengan gangguan mental.
  • Paparan zat. Anak-anak yang terpapar zat tertentu di dalam rahim mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit mental. Misalnya, jika ibu minum alkohol, menggunakan obat-obatan, atau terpapar bahan kimia atau racun berbahaya saat hamil, anak mungkin berisiko lebih tinggi.
  • Faktor genetik. Para ahli telah lama mengetahui bahwa banyak penyakit mental cenderung diturunkan dalam keluarga, menunjukkan adanya komponen genetik. Orang yang memiliki kerabat dengan penyakit mental, mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit itu seperti :
    1.Autisme
    2. Gangguan bipolar
    3.Depresi berat
    4.Skizofrenia
  • Pengalaman hidup. Peristiwa kehidupan yang penuh tekanan dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit mental. Misalnya, peristiwa traumatis yang bertahan lama dapat menyebabkan kondisi seperti PTSD (post-traumatic stress disorder), juga perubahan berulang pada pengasuh utama di masa kanak-kanak memengaruhi perkembangan gangguan keterikatan
Baca Yuk :  Makanan yang Mengandung Vitamin D

Menurut psikolog klinis Deborah Offner, kebanyakan orang masih abai dan segan mencari pertolongan ketika kesehatan mental bermasalah, salah satunya karena tuntutan lingkungan untuk menjadi kuat. “Salah satu alasannya adalah  persepsi umum bahwa kita perlu ‘bertahan,’ menjadi ‘kuat’ atau ‘mandiri’. Meminta bantuan bisa tampak seperti tanda kelemahan,”.

Biasanya hal yang menjadi penyebab dari terganggunya Kesehatan Mental Terganggu seseorang adalah adanya tekanan hidup. Hal ini menjadi sangat penting untuk dipahami agar bisa mengetahui dan mencegah dengan lebih dini kejadian yang tidak diinginkan seperti depresi berat. Hidup dengan penyakit mental bisa sangat sulit. Meskipun begitu,bahwa bantuan ahli dan pengobatan selalu tersedia.

Itulah Informasi tentang Kondisi Psikologis Sedang Terganggu, semoga bermanfaat.

Baca Yuk :  Begini Cara Buat QR Code Check In PeduliLindungi untuk Sekolah

Referensi : hellosehat.com,halodoc.com, epsikologi.com



Tags : , , , , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »