Kenali Jenis- jenis Thalasemia, Mana yang Lebih Berbahaya?, thalasemia adalah penyakit genetik kelainan darah yang membuat tubuh penderitanya tidak dapat memproduksi hemoglobin secara normal. Akibatnya, penderita jadi mengalami anemia (kekurangan darah) beserta gejala anemia lainnya seperti mudah lelah, mudah mengantuk, dan sesak napas.

Thalasemia terbagi atas beberapa jenis yaitu berdasarkan komponen penyusun utama molekul hemoglobin normal, alfa dan beta. Keduanya kemudian dibagi lagi menurut tingkat keseriusannya yaitu mayor dan minor. Lalu manakah jenis thalasemia yang lebih berbahaya? Berikut penjelasannya:


Jenis- jenis Thalasemia

Thalasemia Mayor (Berat)

Thalasemia mayor adalah bentuk parah dari penyakit thalasemia. Penderita thalasemia jenis mayor membutuhkan transfusi darah rutin bahkan bisa seumur hidup setidaknya setiap 2 sampai 4 minggu sekali. selain itu mereka juga membutuhkan perawatan medis yang khusus. Thalasemia ini bisa terjadi dari perkawinan kedua orang tuanya  pembawa atau pengidap thalasemia.

Baca Yuk :  Nonton Link Live Streaming Trans7 MotoGP Belanda 2022

Penderita thalasemia mayor umumnya dapat dikenali dari 2 tahun pertama dalam hidupnya. Karena, memiliki gejala anemia yang cukup parah seperti:

  1. Tampak pucat
  2. Lemas dan lesu
  3. Sulit Makan
  4. Sering sakit
  5. Pertumbuhan Lambat
  6. Kadang disertai dengan gejala kuning dibagian tubuh
  7. Kadang disertai perut membuncit (jika terdapat indikasi pembengkakan organ)

Berikut pembagian thalasemia mayor berdasarkan komponen penyusun utama molekul Hb normal:

  • Thalasemia Alfa Mayor

Thalasemia jenis ini biasanya terjadi sejak masih di dalam kandungan, hal ini dikarenakan karena tidak bisa atau kurangnya produksi protein dalam sel darah merah. Akibatnya janin akan mengalami kekurangan darah dan berakibat kelainan organ seperti jantung dan juga penimbunan cairan di dalam tubuh. Untuk menghindari kematian janin perlu dilakukan transfusi darah sejak masih di dalam kandungan.

  • Thalasemia Beta Mayor
Baca Yuk :  Bacaan Niat dan Keutamaan Puasa Arafah, Jadwal Puasa Idul Adha 2022

Kebanyakan penderita thalasemia jenis ini akan mudah sakit pada masa 1 sampai 2 tahun kehidupan pertamanya. Hal ini berefek pada pertumbuhan dan perkembangannya yang lebih lambat dibanding anak seusianya.

Setelah seseorang didiagnosis mengidap penyakit thalasemia jenis ini maka orang tersebut diharuskan untuk melakukan transfusi darah secara rutin. Jenis thalasemia beta mayor ini adalah yang paling berbahaya.

Thalasemia Minor (Ringan)

Thalasemia minor adalah jenis thalasemia yang lebih ringan dibandingkan dengan thalasemia mayor. Karena, thalasemia jenis ini tidak menimbulkan efek yang terlalu parah. Meskipun begitu, thalasemia minor tidak bisa dianggap remeh karena tetap akan mengganggu aktivitas dan pertumbuhan anak.

Thalasemia minor bisa terjadi jika terjadi perkawinan dan salah satu dari orang tua adalah pembawa atau pengidap thalasemia. Berikut pembagian jenis thalasemia minor:

  • Thalasemia Alfa Minor

Gejala kekurangan darah atau anemia jenis ini tidak terlalu parah, penderitanya pun tidak selalu diharuskan untuk transfusi darah. Namun, diutamakan untuk memakan makanan yang kaya akan zat besi, magnesium, dan kalsium. Kebanyakan, penderita thalasemia jenis ini adalah wanita.

  • Thalasemia Beta Minor
Baca Yuk :  8 Manfaat Teh Kombucha Bagi Kesehatan Tubuh

Thalasemia beta minor hampir sama seperti thalasemia alfa minor karena penderitanya dianjurkan makan makanan yang kaya zat besi, magnesium, dan kalsium. Selain itu, keluhan yang dirasakan sama seperti gejala anemia yang ringan.

Kenali Jenis- jenis Thalasemia, Mana yang Lebih Berbahaya?

Referensi: halodoc.com, p2ptm.kemkes.go.id

Foto Ilustrasi: Cassi Josh on Unsplash



Tags : , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »