Jenis Obat yang Dapat Merusak Kesehatan Ginjal, Ginjal adalah organ tubuh yang terletak di bawah tulang rusuk bagian belakang, dan dekat bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang.

Ginjal adalah salah satu organ dengan fungsi vital dalam kehidupan. Jika mengonsumsi sejumlah obat tertentu secara terus-menerus dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan ginjal.


Jenis Obat yang Dapat Merusak Kesehatan Ginjal

Walau ukurannya hanya sekepalan tangan, ginjal melakukan pekerjaan penting di dalam tubuh manusia. Organ ini menyaring sekitar 200 liter cairan selama 24 jam.

Menurut National Kidney Foundation yang berbasis di Amerika Serikat, apabila obat tidak dikonsumsi mengikuti anjuran dokter, atau obat yang minum adalah ilegal, maka dapat menyebabkan cedera pada ginjal.

Pada umumnya, penderita diabetes dan hipertensi tidak perlu takut untuk minum obat dalam jangka panjang dengan pengawasan dan sesuai dengan anjuran yang dokter berikan.

Walaupun begitu, ada sejumlah obat-obatan, baik obat resep bahkan obat bebas, yang ternyata berisiko bagi kesehatan ginjal, terlebih apabila Anda menggunakannya secara berlebihan.

Fungsi Ginjal

Ginjal memiliki fungsi lainnya, yaitu:

  • Menyaring dan Membuang Limbah

Fungsi ginjal salah satunya adalah membuang racun, kadar garam yang berlebihan, dan urea (limbah mengandung nitrogen hasil dari metabolisme protein).

Baca Yuk :  Hari Ini, Jimin BTS Positif Covid-19 dan Jalani Operasi Usus Buntu

Dengan terbentuknya urea tersebut, maka darah akan mengalirkan urea tersebut menuju ginjal untuk dibuang. Tanpa organ ini, limbah dan racun akan menumpuk dalam darah.

  • Mengendalikan Keseimbangan Air

Mengendalikan dan memantau keseimbangan air dalam tubuh. Melalui organ ini, seluruh jaringan tubuh dipastikan menerima air agar dapat bekerja dengan baik. Ginjal akan bereaksi terhadap perubahan kadar air dalam tubuh. Ginjal akan menahan air, bukan membuangnya ketika tubuh sedang mengalami dehidrasi.

  • Mengatur Sel Darah Merah

Selain dua hal di atas, fungsi ginjal lainnya, yaitu mampu mengatur sel darah merah dalam tubuh. Oksigen adalah unsur penting dalam peredaran darah. Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, maka ginjal akan mengeluarkan hormon eritropoietin.

Hormon eritropoietin berfungsi untuk merangsang produksi sel darah merah lebih banyak yang berguna untuk membawa oksigen. Jika sel darah merah atau kadar oksigen sudah normal, hormon tersebut akan berhenti diproduksi oleh ginjal.

  • Mengatur Tekanan Darah dan Kadar Garam
    Mengatur tekanan darah dan kadar garam dalam darah juga merupakan fungsi ginjal yang tak kalah penting. Ginjal akan memproduksi enzim renin sebagai prosesnya. Ketika menyaring darah, aliran dan tekanan darah yang stabil dibutuhkan oleh ginjal.
Baca Yuk :  Tips Agar Instagram Reels Lebih Menarik dan Dilihat Banyak Orang

Obat yang dijual bebas tanpa resep rawan untuk disalahgunakan. Mengonsumsi obat tanpa pengawasan dokter perlahan bisa merusak fungsi ginjal. Sekadar informasi, setiap obat yang kita konsumsi akan melewati organ ginjal. Tentu kesehatan tubuh akan terganggu bila ginjal tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Beberapa jenis obat-obatan yang berpotensi bisa menyebabkan penyakit ginjal seperti berikut ini.

  • Obat NSAID

Obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen bermanfaat sebagai pereda nyeri, demam, dan peradangan. Sejumlah jenis obat NSAID bisa Anda temukan secara bebas di apotik tanpa resep dokter.

Anda tidak boleh minum obat NSAID melebihi dosis atau dalam jangka waktu panjang, karena hal ini bisa memicu penyakit ginjal kronis yang dikenal sebagai nefritis interstisial.

Label pada obat ini umumnya tidak memperbolehkan Anda minum lebih dari 6 – 8 tablet per hari atau menggunakannya dalam jangka panjang lebih dari 10 hari.

  • Antibiotik

Antibiotik tertentu, khususnya penisilin, sefalosporin, dan sulfonamid dapat berbahaya bagi kesehatan ginjal. Hal ini karena obat antibiotik tersebut akan tubuh Anda keluarkan melalui ginjal, sehingga meminumnya bisa membuat organ ini bekerja lebih berat.

Minum obat antibiotik dalam jangka panjang selain bisa memicu resistensi antibiotik, juga bisa melukai ginjal bahkan jika Anda memiliki ginjal sehat sebelumnya. Maka dari itu, penting untuk mengikuti saran dokter tiap kali menerima resep obat antibiotik.

  • Obat pereda asam lambung
Baca Yuk :  Pengertian Sesar Baribis? Ancaman Gempa di Jakarta dan Sekitarnya

Penderita maag dan asam lambung juga perlu hati-hati saat minum obat jangka panjang. Proton pump inhibitor (PPI), seperti omeprazol termasuk golongan obat yang bekerja pada sel-sel lambung dan secara efektif menurunkan produksi asam lambung.

Namun, penggunaan obat PPI dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko Anda mengalami masalah ginjal. Obat antasida yang tersedia bebas juga dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh apabila Anda menderita penyakit ginjal kronis.

Dilansir dari www.mayoclinic.org ginjal kronis adalah penyakit yang terjadi akibat suatu keadaan yang merusak fungsi ginjal sehingga menyebabkan kerusakan pada ginjal selama beberapa bulan atau tahun.

Untuk mencegah kerusakan ginjal akibat obat-obatan, sebaiknya minum obat di bawah pengawasan dokter.

Referensi: hellosehat.com, halodoc.com



Tags : , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »