Ini dia Alasan, Finlandia Menjadi Negara Paling Bahagia dan Pendidikan Terbaik sedunia. Hal itu terbuktikan sejak hasil ujian internasional Programme for International Student Assessment (PISA) keluar pada tahun 2000.

Di tahun 2021, Finlandia kembali menduduki peringkat teratas pada kategori negara paling bahagia di dunia menurut World Happiness Report.


Penilaian survei kali ini fokus kepada bagaimana pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat akibat pandemi.

Kategori Ini bukan kali pertama negara tersebut mendapat julukan negara paling bahagia di dunia. Pasalnya, Finlandia sudah menduduki peringkat satu sejak tahun 2018.

Finlandia secara konstan berada di peringkat pertama sejak 2018 dalam hal kebahagiaan warganya, menurut World Happiness Report.

Finlandia Menjadi Negara Paling Bahagia dan Pendidikan Terbaik sedunia

Hal tersebut dikarenakan Finlandia memiliki kehidupan yang seimbang antara sekolah dan kegiatan sehari-hari. Di Finlandia juga siswa dibebaskan mengikuti beragam ekskul.

merupakan negara dengan prestasi dan pendidikan terbaik di dunia, meskipun beberapa universitas di Finlandia masih kalah tenar dari universitas negara asing lainnya.

Hal itu terbuktikan sejak hasil ujian internasional Programme for International Student Assessment (PISA) keluar pada tahun 2000.

Menurut data dari PISA, Finlandia menjadi satu-satunya negara yang dimana siswanya memiliki kemampuan literasi dan tingkat harapan hidup yang tinggi.

Sekolah-sekolah di Finlandia tidak sembarangan dalam memilih guru itu termasuk dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas, minimal adalah lulusan S2 atau Magister.

Walaupun sudah lolos menjadi seorang guru, pemerintah Finlandia tetap akan mengadakan training untuk para guru pada bidangnya masing-masing.

Untuk para pekerja di Finlandia tidak diperbolehkan bekerja secara berlebihan, justru kegiatan lembur adalah hal yang berlebihan bagi negara ini. Waktu kerja pada negara ini adalah 4 hari dalam seminggu.

Bahkan untuk para pekerja yang memiliki anak, akan mendapatkan biaya tunjangan anak sebesar 100 Euro perbulannya sampai anak tersebut berumur 17 tahun.

Finlandia sudah menerapkan semua hal serba digital. Fasilitas di negara yang terletak di Eropa Utara  ini semuanya sudah menggunakan teknologi canggih dengan alasan agar praktis dan bisa menghemat waktu.

Survei ini menggunakan jajak pendapat Gallup World Poll miliki The Gallup Organization. Dirangkum dari tulisan World Econimic Forum dan Insider dan dari berbagai sumberberikut beberapa penerapan sistem pendidikan yang membuat Finlandia unggul dalam pendidikan global:

1.Tidak Ada Klasifikasi Rangking (Prestasi)

Sekolah di Finlandia membuat paradigma kepada siswanya bahwa tujuan atau alasan untuk memperoleh prestasi bukanlah dengan mendapat ranking atau juara. Melainkan siswa harus memiliki keahlian yang harus ditekuni untuk mempersiapkan masa depan siswanya.

Adapun, siswa yang memiliki prestasi yang kurang baik tidak dianggap sebagai siswa yang “bodoh”.Dalam artian, para guru dan siswa lain tidak akan langsung men-judge temannya yang kurang berprestasi.

Tapi sebaliknya diberikan semangat dan saling membantu. Dalam artian sekolah yang berada di Finlandia tidak mengkelompokan siswanya berdasarkan prestasi yang mereka peroleh. Siswa yang berprestasi silahkan dipertahankan atau ditingkatkan, yang belum silahkan belajar lebih giat lagi.

Baca Yuk :  Varian Omnicorn Sudah Masuk Indonesia, MENKES : Tetap Tenang

2.Persaingan tidak penting

Finlandia telah menemukan persaingan antarsekolah tidak menghasilkan siswa sukses bila dibandingan kerja sama antarsekolah tersebut.
Salah satu alasan, Finlandia tidak memiliki sekolah swasta. Setiap lembaga akademik di negara ini didanai melalui biaya publik atau negara. Guru dipercaya dapat melakukan kinerja lebih baik tanpa harus termotivasi untuk saling berkompetisi.

3.Guru profesi paling dihormati

Guru di Finlandia tidak dibayar rendah, bahkan lebih tinggi dibanding seperti di Amerika Serikat.

Untuk menjadi seorang guru di Finlandia, para calon harus terlebih dahulu menerima setidaknya gelar magister dan menyelesaikan pendidikan profesi seperti halnya pendidikan profesi kedokteran. Tidak mengherankan guru di sana mengajar di sekolah dasar yang berafiliasi atau berdampingan dengan universitas. Hasilnya, para guru dapat diandalkan untuk melakukan penelitian pedagogis (pengajaran) terbaik tentang pendidikan.

4.Santai dan Bebas

Cara hidup masyarakatnya yang santai dan bebas.Jika dibandingkan dengan negara barat lainnya, masyarakat di Finlandia sangat berdamai dengan dirinya sendiri.

Budaya di negara tersebut juga sangat hangat dan fokus pada kerja sama. Ini membuat masyarakatnya tidak merasa khawatir dengan dunia luar, sehingga mampu bertahan dalam menghadapi kehidupan serta masalah-masalah yang terjadi tidak terlalu membuat mereka kecewa.

5.Menghargai Waktu

Masyarakat di Finlandia sangat menghargai waktu. Hal ini membuat jam kerja sangat diatur agar tidak berlebihan dan dapat menikmati waktu luang dan akhir pekan.

Kegiatan lembur di Finlandia sebisa mungkin harus dihindari karena itu dianggap sebagai kerja yang berlebihan.

6.Jeda waktu saat belajar

Siswa di Finlandia mendapatkan jeda istirahat yang cukup banyak. Sehari mereka mendapatkan sebanyak 75 menit waktu istirahat. Tiap 45 menit belajar, siswa akan mendapatkan 15 menit istirahat. Dengan metode ini siswa bisa memiliki performa dan bisa mengerjakan tugas lebih baik.

Baca Yuk :  ISPA Mulai Menyerang saat Musim Hujan Datang

7.Beban PR yang sedikit

Guru di Finlandia tidak memberikan banyak pekerjaan rumah (PR) pada siswa. Orangtua dan guru meyakini pelajaran di sekolah sudah cukup padat. Kurikulum pendidikan di Finlandia berbeda dengan kebanyakan negara. Kurikulum berupa dasar pedoman yang luas. Guru-guru bebas menentukan gaya dan ide pembelajaran mereka sendiri.

8.Kegiatan Belajar yang Menyenangkan

Setiap ruang kelas di sekolah-sekolah Finlandia hanya di tempatkan siswa paling banyak 20 orang saja. Karena jumlah siswa dalam satu ruangan juga mempengaruhi efektifitas kegiatan belajar-mengajar.

Guru Finlandia juga mengupayakan agar proses belajar-mengajar itu tidak terkesan membosankan, sehingga guru menggunakan bebagai upaya agar siswa tidak mudah bosan dalam belajar.

Cara ini ditempuh dengan membuat variasi metode mengajar, variasi tempat belajar ( sering di luar kelas), menciptakan iklim kelas yang saling membangun dan tidak terjadi konflik antarsiswa.

9.Tidak Mengadakan Ujian Nasional

Finlandia adalah salah satu negara yang tidak menerapkan sistem ujian nasional kepada siswanya karena sekolah Finlandia menyadari penuh keberagaman latar belakang dan kemampuan para siswanya.

Oleh karena itu pemerintah tidak memaksakan siswa agar memiliki nilai standar sebagai kelulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun, Finlandia membuat Ujian Matrikulasi Nasional untuk pendidikan SMA yang bersifat sukarela dan para siswa tidak diwajibkan untuk mengikuti. Jadi untuk sekolah tingkat SD dan SMP tidak diberlakukan ujian nasional bagi siswa Finlandia.

10.Kurikulum Fleksibel

Sekolah dan kurikulum adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia pendidikan, kurikulum memang salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tapi bukan berarti satu-satunya faktor besar.
Maka itu, negara Finlandia tidak mewajibkan agar semua sekolah melaksanakan kurikulum seperti yang ditetapkan pemerintah untuk dapat mencapai berbagai prestasi.
Sebaliknya kurikulum tidak menjadi panduan yang bersifat “paku mati”, melainkan diamanatkan kepada tenaga pendidik untuk melakukan pengajaran dan pendampingan sebaik mungkin kepada siswanya.
Pada intinya, kurikulum bersifat fleksibel di sekolah Finlandia, sehingga sekolah bisa berinovasi dan menerapkan sistem terbaik menurut mereka untuk sekolah

11.Biaya Sekolah Gratis

Sebagai investasi masa depan, pemerintah Finlandia tidak segan-segan memberikan anggaran yang besar untuk pendidikan.
Selain itu, dana yang besar juga dikelola dengan baik, tidak dikorupsikan atau dijadikan kepentingan proyek-proyek pihak ketiga.Bersekolah mulai Umur 7 Tahun
Pendidikan di Finlandia sangat memperhatikan kesiapan siswa dalam mengikuti peraturan pembelajaran sekolah yang dibuat oleh pemerintah. Siswa yang belum berumur 7 tahun tidak diperbolehkan bersekolah.
Namun, sebelum usia 7 tahun para siswa didampingi oleh orang tuannya untuk dipersiapkan memasuki dunia persekolahan. Seperti memasuki anak terlebih dahulu di sekolah PAUD.
Oleh karena itu, sebelum umur 7 tahun peran orang tualah yang sangat dibutuhkan dalam mempersiapkan anak-anak mereka untuk memasuki sekolah tingkat SD.

Baca Yuk :  Cara Membuat Lipstik Organik di Rumah, Pewarna dari Herbal dan Buah

13.Anak digaji sampai umur 17 tahun

Orang tua yang memiliki anak di bawah usia 17 tahun tidak perlu khawatir, pemerintah akan memberi santunan sebesar 1,5 juta per bulan.

Tapi kebanyakan orang tua tidak mengambil uang itu, mereka menyimpannya untuk menjadi tabungan masa depan anaknya.

14.Teknologi yang Mendukung

Teknologi digital digunakan para siswa untuk belajar. Sebagian besar kurikulum nasional Finlandia adalah pembelajaran yang fenomenal dan mengembangkan pengalaman belajar yang unik melalui pengajaran dan teknologi yang inovatif.

15.Pemandangan Alam yang Indah

Alam telah menjadi bagian besar dari kehidupan di Finlandia. Ibu kotanya dikelilingi oleh pulau, hutan, taman nasional dan laut. Masyarakat dapat menggunakan alam tersebut dengan bebas dan tetap bertanggung jawab.

Akses untuk menikmati pemandangan alam juga sangat mudah. Pemandangan alam yang indah ini dapat mengurangi stres bagi masyarakatnya.

Negara Finlandia juga memiliki lingkungan yang bersih dan terawat karena masyarakatnya sangat menjaga lingkungan. Air-air yang bersih dan gratis, jalanan tidak ada sampah dan udara yang bersih. Mereka sangat menghormati alam sekitarnya. Di samping itu, para siswa juga diberikan kesempatan untuk memberikan penilaian terhadap cara atau kemampuan para guru dalam mengajar.

Kesehatan mental para siswa di Finlandia sangat diperhatikan. Para guru dan siswa selalu menjalankan kegiatan belajar dengan atmosfer yang rileks. Biasanya, para siswa diberi jeda 15 hingga 20 menit antara jam belajar. Mereka diperbolehkan untuk bermain, istirahat, atau menyantap makanan. Suasana yang rileks diyakini mampu menekan stres sehingga para siswa bisa mengikuti proses belajar dengan efektif dan optimal. Sehingga Negara Finlandia menjadi Negara Paling Bahagia dan Pendidikan Terbaik sedunia.

Referensi : cnnindonesia.com,detik.com, liputan6.com, ruangmahasiswa.com



Tags : , , , , , , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »