Heboh Hepatitis ‘Misterius’ Mengakibatkan 3 Anak Meninggal, Apakah Berkaitan Dengan Covid-19?. Jenis virus Hepatitis baru yang misterius atau kerap disebut dengan Hepatitis ‘Misterius’ kini menghebohkan dunia. Pada awalnya ditemukan di Inggris, kini sudah menyebar luas hingga ke 11 negara termasuk Indonesia.

Penyebab hepatitis ‘Misterius’ dipastikan Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban bahwasanya infeksi yang tidak diketahui penyebabnya ini bukan terkait vaksin COVID-19. Para pakar belakangan ini diduga menemukan dua dugaan awal yaitu adenovirus dan SARS-CoV-2.


Heboh Hepatitis ‘Misterius’ Mengakibatkan 3 Anak Meninggal, Apakah Berkaitan Dengan Covid-19?

Dilansir dari Channel News Asia, adenovirus adalah virus umum yang biasanya menyebabkan penyakit pencernaan atau pernapaasan dan diketahui selama ini tidak menyebabkan hepatitis pada anak-anak yang sehat.

Penyebab Hepatitis Misterius

Zubairi menjelaskan para ahli sedang menyelidiki termasuk di Indonesia. Sebagian ditemukan Adenovirus 41, sebagian ditemukan SARS-CoV2 (virus Corona), sebagian kombinasi dua virus itu, dan masih mungkin dipicu penyebab lain.

Baca Yuk :

“Apa itu Adenovirus? Virus umum yang sebabkan berbagai penyakit: pilek, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, pneumonia, dan diare. Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan Hepatitis, dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri,” terangnya.

3 orang anak-anak meninggal akibat hepatitis misterius di Indonesia. Badan Kesehatan Duni (WHO) pun sudah memberikan peringatan ke banyak negara agar mewaspadai kasus hepatitis tersebut.

Hubungan Hepatitis ‘Misterius’ dengan Covid-19

Sementara dugaan kaitan hepatitis dengan vaksin COVID-19 disebut Prof Zubairi tak berdasarkan fakta ilmiah.

“Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi COVID-19,” beber Prof Zubairi dalam akun Twitter pribadinya, Selasa (3/5/2022).

Ia mengimbau gejala yang wajib diwaspadai terkait hepatitis misterius umumnya meliputi masalah gastrointestinal hingga kemudian muncul gejala penyakit kuning.

“Tes laboratorium-nya juga menunjukkan tanda-tanda peradangan hati parah. Sebagian besar anak tidak mengalami demam,” pungkas dia.

Sampai saat ini, penyebab hepatitis misterius memang belum dapat dipastikan. Beberapa dugaaan pun mencuat, salah satunya adalah pengaruh dari vaksin Covid-19. Meskipun, kabar ini kemudian dibantah karena tidak terbukti.

Hepatitis ‘Misterius’ Diduga Berkaitan Dengan Covid-19?

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman coba mengomentari fenomena hepatitis misterius ini. Ia menduga, ada peran varian baru Covid-19 di balik penyebab hepatitis misterius.

“Kami sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab hepatitis misterius ini. Tapi, ada dugaan hepatitis misterius disebabkan oleh varian baru Covid-19 yang belum teridentifikasi,” kata Dicky Budiman pada MNC Portal, Selasa (3/5/2022).

Dugaan tersebut bukan tanpa alasan. Covid-19, kata Dicky, secara umum adalah penyakit yang menyerang semua organ tubuh. Meski penyakit ini ditularkan lewat udara dan menginfeksi saluran napas, tapi pada gilirannya Covid-19 adalah penyakit sistemik yang menyerang semua organ, termasuk liver.

“Nah, di kejadian hepatitis misterius, organ yang diserang adalah liver dan anak-anak menjadi sasaran utama varian tersebut,” terang Dicky.

Mengapa Hepatitis ‘Misterius’ Menyerang Anak-Anak?

Menurut Dicky, karena anak-anak telat mendapatkan vaksin Covid-19. Bahkan, tidak semua anak-anak eligible mendapatkan vaksin karena sejauh ini baru anak 6 tahun ke atas yang bisa divaksin Covid-19.

“Fenomena di masyarakat global, anak-anak pun belum banyak yang mendapatkan vaksin Covid-19 dua dosis, boro-boro booster,” katanya.

Nah, varian ini mengincar anak-anak karena secara antibodi, mereka tidak memilikinya atau lemah. Itu kenapa anak-anak terkesan menjadi korban dari penyakit hepatitis misterius.

“Padahal, hepatitis bisa juga dialami mereka yang berusia dewasa muda atau lansia, pun khususnya pada semua usia kalau mereka punya komorbid yang dapat memperburuk,” terang Dicky.

Anak-anak menjadi rentan terinfeksi hepatitis misterius juga karena imunitas mereka mungkin buruk, status gizinya pun buruk, atau memiliki komorbid serius. “Ingat, Long Covid-19 itu yang banyak dilaporkan juga soal hepatitis,” sambung Dicky.

“Apalagi hepatitis ini prevalensi yang paling banyak adalah anak di bawah 5 tahun. Itu karena mereka belum eligible dapat vaksin. Ini yang menjadi masalah,” tambahnya.

Heboh Hepatitis ‘Misterius’ Mengakibatkan 3 Anak Meninggal, Apakah Berkaitan Dengan Covid-19?

Sumber:

https://okezone.com

https://detik.com

https://nasional.sindonews.com

Baca Yuk :

Rekomendasi Untuk Anda :


Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , , , ,