Fakta menarik tentang benua antartika, Antartika disebut juga dengan Kutub Selatan, berasal dari kata antartikos, yang artinya lawan dari utara.

Antartika adalah wilayah daratan yang dikelilingi oleh lautan. Diketahui, Antartika merupakan benua terbesar ke-5 di dunia. Hampir seluruh wilayah di Benua Antartika ditutupi lapisan es yang tebalnya lebih dari 1.600 meter. Wilayah Antartika merupakan benua paling dingin, berangin, dan kering di bumi.


Fakta menarik tentang benua antartika

Dilansir dari laman Aurora Expeditions, Jumat, 2 Juli 2021, Antartika yang ada di Kutub Selatan memiliki wilayah berupa lapisan es seluas 14 juta kilometer persegi, Berikut ini fakta menarik tentang benua antartika diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sebagian Besar Air Tawar Dunia Ada di Antartika
    Sebanyak 60-90 persen air tawar dunia terkunci dalam lapisan es Antartika. Lapisan es Antartika adalah yang terbesar di Bumi. Hanya 1 persen wilayah Antartika yang bebas es secara permanen. Jika es-es ini mencair, diperkirakan permukaan laut globat akan naik sekitar 60 meter.
  • Antartika Sebenarnya adalah Gurun
    Di Kutub Selatan, rata-rata curah hujan tahunan selama 30 tahun terakhir hanya 10 mm. Rendahnya rata-rata curah hujan ini menjadikannya gurun kutub.
  • Antartika Pernah Sehangat Melbourne
    Para peneliti memperkirakan 40 hingga 50 juta tahun yang lalu, suhu di Antartika mencapai 17 derajat Celcius. Mereka juga menemukan fosil yang menunjukkan Antartika pernah ditutupi hutan hijau dan dihuni oleh dinosaurus.
  • Salah Satu Daerah yang Paling Cepat Panas di Bumi
    Semenanjung Antartika adalah salah satu daerah yang paling cepat panas di Bumi. Dalam 50 tahun terakhir, suhu rata-rata di Semenanjung Antartika telah meningkat 3 derajat Celcius atau lima kali lipat dari peningkatan rata-rata di Bumi.
  • Tidak Ada Zona Waktu di Antartika
    Di Kutub Selatan, garis bujur yang memberi kita zona waktu berbeda di seluruh dunia, semuanya bertemu dalam satu titik. Para ilmuwan yang bekerja di Antartika, umumnya tinggal di zona waktu negara tempat mereka berangkat.
  • Semua Jalan adalah Utara
    Jika Anda berdiri di Kutub Selatan, berarti Anda berada di titik paling selatan di Bumi. Ke mana pun Anda melihat, Anda akan melihat utara.
    Garis imajiner yang melewati Greenwich, Inggris pada 0 derajat bujur. Jika Anda berdiri di Kutub Selatan dan menghadap Greenwich, semua yang ada di sebelah kiri Anda adalah Antartika Barat dan yang di sebelah kanan adalah Antartika Timur.
  • Ada Gunung Berapi Aktif di Antartika
    Dua gunung berapi di Antartika yang aktif di Antartika adalah Gunung Erebus dan gunung berapi di Decepticon Island, sebuah kaldera vulkanik di Kepulauan Shetland Selatan.
  • Air Terjun Darah
    Air yang mengalir dari dalam gletser berasal dari danau Subglasial yang tinggi garam dan besi teroksidasi, sehingga ketika bertemu dengan oksigen besi berkarat, warnanya akan jadi merah mencolok. Air berwarna merah mencolok akhirnya dinamakan Air Terjun Darah.
  • Perjanjian Antartika
    Saat pertama kali ditemukan pada 1820, Antartika adalah satu-satunya benua tanpa penduduk asli. Beberapa negara pun dengan cepat mengklaim Antartika sebagai negara mereka. Ketika ketegangan meningkat, semua orang sepakat tentang resolusi damai. Pada Desember 1959, 12 negara menandatangani Perjanjian Antartika yang mengatur benua itu untuk perdamaian dan penelitian ilmu pengetahuan. Sejak itu, 41 negara lainnya ikut menandatangani perjanjian dan berpartisipasi dalam pertemuan tahunan.
  • Debu Berlian di Udara
    Meski curah hujan di Antartika Kutub Selatan rendah, tetapi keajaiban meteorologi terjadi dan debu berlian adalah salah satunya. Debu berlian terbuat dari kristal es kecil yang mengendap dari udara lembab di dekat permukaan bumi.
Baca Yuk :  Tuneeca Daily, Modest Wear Nyaman dan Terkini pada Indonesia Hijab Week 2022

Alasan Pesawat Tidak Terbang di Antartika

Ada satu tempat yang mana pesawat tidak boleh melintasinya. Tempat itu adalah benua Antartika. Mengutip pemberitaan Simple Flying, Kamis (26/11/2020), Kutub Selatan selalu memiliki reputasi daerah yang sangat keras. Daerah yang sangat dingin dan juga memiliki gunung-gunung ini memang sangat tidak ramah bagi manusia.

Penerbangan Antartika secara teoritis dimungkinkan. Tetapi, layanan ini jarang dilakukan. Secara historis, terbang dekat atau di atas Kutub Selatan dikesampingkan oleh aturan Standar Kinerja Operasional Mesin Ganda Jarak Jauh (ETOPS). Di dalamnya mengatur seberapa jauh jet bermesin ganda dapat terbang dari bandara tempat mereka dapat mendarat.

Untuk pesawat yang terbang ke Antartika, FAA telah membuat daftar persyaratan yang ketat. Sebab, terbang dalam kondisi cuaca dingin dan infrastruktur terbatas, selain sulit juga jauh lebih mahal.

Baca Yuk :  Resep Capcay Kuah Kental ala Resto

Sekarang ini, beberapa pesawat memiliki batas ETOPS selama 330 menit (5,5 jam). Bahkan ada pula yang bisa terbang di atas 370 menit (lebih dari enam jam).

Alasan Pesawat Tidak Terbang di Antartika

Bahkan dengan batas ETOPS yang tinggi ini, sebagian wilayah udara di atas Antartika masih di luar jangkauan. Namun, ini tidak selalu menjadi masalah.

Berikut ini alasan mengapa pesawat tidak terbang di atas Antartika dikutip  dari laman aerocorner;

  1. Kondisi Cuaca
    Antartika tidak memiliki iklim yang ramah untuk aktivitas manusia dalam bentuk apa pun. Suhu rata-rata di Antartika sekitar -40 derajat Celcius, jadi dibutuhkan pelatihan khusus yang lama untuk orang-orang melakukan pekerjaan di sana.
    Satu-satunya pekerjaan orang di sana adalah melakukan penelitian. Jadi bukan tempat orang berlibur, maka pesawat tidak melakukan kunjungan ke sana. Pesawat mendarat dan lepas landas di lapisan es bisa menjadi masalah besar.
  2. Visibilitas Rendah
    Visibilitas atau jarak pandang sangat penting bagi pilot untuk menjaga kontak dan posisi aman saat terbang. Faktanya, Antartika bukan tempat dengan visibilitas yang baik di dunia. Apalagi Antartika diliputi Tundra putih padat dan kemungkinan pilot mengalami badai di Antartika. Dengan suhu yang ekstrem dan setiap badai yang timbul berpotensi mematikan.
  3. Kurangnya Infrastruktur
    Kurangnya infrastruktur penerbangan bisa membuat pesawat terbang tanpa arah. Bila terjadi gangguan, sangat riskan bagi pesawat melakukan pendaratan darurat
  4. Masalah Navigasi
Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Kota Banyuwangi Selasa 21 Juni 2022

Daerah kutub menjadi perhatian khusus dalam soal navigasi karena adanya medan magnet. Kondisi ini dapat mempersulit navigasi pesawat karena daerah medan magnet di kutub yang kuat. Daerah yang terisolasi juga menyulitkan pesawat untuk berkomunikasi dengan pengendali penerbangan.

Itulah fakta menarik tentang benua antartika, Antartika adalah benua yang paling sedikit dikunjungi dan paling sedikit penduduknya di dunia. Meskipun hanya sedikit orang yang tinggal di sana, cakupan pengaruh Antartika sangat besar. Perubahan iklim telah menyebabkan benua menyusut.

Referensi:sindonews.com, tempo.co



Tags : , , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »