Select Page

Cara Menangani Separation Anxiety pada Anak, separation anxiety disorder (SAD) merupakan salah satu gangguan kecemasan yang umumnya terjadi pada anak-anak.

Kondisi Separation Anxiety, sebenarnya, wajar jika anak merasa sedih saat harus berpisah dengan orangtua, khususnya saat masih bayi. Namun, sebagian besar anak sudah mulai terbiasa jika harus berpisah dengan orangtua dan bisa menyesuaikan diri dengan kondisi. Kondisi ini biasanya sudah tidak lagi terjadi saat anak memasuki usia tiga tahun.


Cara Menangani Separation Anxiety pada Anak

Pada anak yang berusia tiga tahun atau lebih dan anak masih merasa sedih hingga menangis meraung-raung setiap kali harus berpisah dengan orangtua, mungkin bisa jadi ia mengalami separation anxiety disorder.

Baca Yuk :  Deadpool Film Kedelapan Serial X-Men

Berikut ini merupakan Cara Menangani Separation Anxiety pada Anak

  • Alihkan perhatian si kecil
    Alihkan perhatian si Kecil dengan membuatnya sibuk bermain bersama orang rumah seperti pengasuh atau saudara dekat. Buatlah ia sibuk dengan mainan seru favoritnya.
  • Pastikan si kecil kenyang
    Sebelum meninggalkan anak, pastikan mereka sudah dalam keadaan kenyang atau tidur cukup.
  • Pamit kepada anak dengan baik-baik
    Tidak hanya dengan pasangan saja Anda harus bersikap terbuka. Anda pun perlu melakukan hal yang sama terhadap anak. Hindari pergi dengan cara sembunyi-sembunyi.
  • Menyiapkan kegiatan
    Mintalah pengasuh di rumah atau tempat penitipan untuk mempersiapkan suatu kegiatan segera setelah kita pergi.
  • Penuh perhatian saat berpisah
    ketika berpisah dengan si kecil, beri anak perhatian penuh, berikan kasih sayang paling tulus. Kemudian ucapkan selamat tinggal dengan cepat, terlepas dari kelucuan atau tangisannya agar Bunda tetap tinggal.
  • Tentukan waktu kembali yang jelas
    Ketika pergi dan berjanji akan segera pulang, sampaikan kapan tepatnya Bunda akan kembali. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami si kecil.
  • Jangan anggap sepele perasaannya
    Jangan menganggap sepele kecemasan anak. Menurut Donna Holloran dari Babygroup, Inc., cobalah untuk mengakui kecemasan anak terhadap perpisahan. Ibu bisa berkata, “Cobalah bermain dengan kakak atau nenek, pasti menyenangkan. Ibu cuma akan pergi sebentar saja. Ibu rindu kamu. Ucapan tersebut diharapkan akan membuat anak memahami dan sadar bahwa orang tuanya paham akan kekhawatiran atau kecemasan yang dirasakannya.
Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Kota Makassar Senin 14 Februari 2022

Namun orangtua juga perlu waspada, jika rewel pada bayi bisa jadi bukan hanya tanda separation anxiety, tapi bisa juga tanda penyakit. Untuk menghindarinya, pastikan untuk selalu menjaga kesehatan Si Kecil.

Referensi: hellosehat.com, theasianparent.com



Tags : , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »