Cara Membedakan Deodoran dan Antiperspirant. Berkeringat setelah melakukan aktivitas atau karena kepanasan, itu hal yang wajar. Namun, efek yang ditimbulkan dari keringat ini adalah bau, bercak atau noda lembab. Deodoran dan antiperspirant menjadi produk andalan dalam masalah ini.

Bau badan bisa disebabkan oleh keringat. Kelenjar keringat ini lebih banyak terdapat di ketiak. Itu sebabnya, ketiak mempunyai lebih banyak keringat dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Deodoran dan antiperspiran pun sering digunakan di tempat ini untuk mengurangi produksi keringat. Tapi, deodoran dan antiperspirant itu berbeda, lho. Serupa tapi tak sama, inilah perbedaan deodoran dan anti-perspirant.


Cara Membedakan Deodoran dan Antiperspirant

Deodoran

Usia berapa Anda mengenal deodoran? Biasanya usia SMP ya, karena usia segitu memang sedang puber. Sudah mulai bau badan jika berkeringat. Nah, deodoran diciptakan untuk memerangi bau badan. Bau badan terjadi ketika keringat bercampur dengan bakteri di kulit. Deodoran mencegah penumpukan bakteri. Dengan begitu, bau badan akan dapat dicegah dengan menghambat bakteri kulit memecah keringat menjadi asam.

Baca Yuk :  SIM KELILING Kota Jakarta, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang Senin 11 Juli 2022

Deodoran adalah produk perawatan pribadi yang diterapkan secara topikal, paling sering pada ketiak. Oleh Food and Drug Administration (FDA), deodoran diklasifikasikan sebagai kosmetik dan biasanya mengandung aroma yang menutupi bau. Deodoran biasanya diformulasikan menjadi zat padat, aerosol, atau cairan.

Produk ini digunakan untuk meminimalkan bau yang disebabkan oleh bakteri disebabkan oleh lembap akibat keringat. Meskipun digunakan untuk meminimalkan bau, deodoran tidak untuk menghilangkan perspirasi atau keringat. Deodoran biasanya berbahan dasar alkohol yang ketika digunakan akan membuat kulit menjadi lebih asam sehingga akan lebih tidak menarik bagi bakteri. Deodoran juga biasanya mengandung parfum untuk membantu menutupi bau.

Pada intinya, deodoran tidak melindungi terhadap keringat atau basah. Setelah memakai deodoran, keringat masih akan dapat keluar seperti biasa. Deodoran hanya berfungsi untuk menangkal bau yang dihasilkan setelah lemak dan protein yang dipancarkan dari sel bermigrasi ke permukaan kulit.

Baca Yuk :  Makanan Sebaiknya Dihindari Ketika Sakit Gigi

 

Antiperspirant

Sedangkan antiperspirant bekerja dengan mengurangi jumlah keringat. Tidak seperti deodoran yang masuk golongan kosmetik, antiperspirant masuk ke dalam golongan obat. Yakni, produk yang digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit, atau memengaruhi struktur atau fungsi tubuh.

Antiperspirant sendiri mengandung bahan dasar aluminium yang secara sementara menghalangi kelenjar keringat. Ini berarti, keringat tidak mencapai permukaan kulit. Meski demikian, sebagian orang masih meragukan keamanan antiperspirant. Sebab, beredar dugaan bahwa bila kulit menyerap bahan dasar aluminium ini, mereka dapat memengaruhi reseptor hormon estrogen pada sel-sel di payudara yang bisa memicu kanker.

Faktanya, menurut American Cancer Society, tidak ada hubungan yang jelas antara kanker dengan kandungan aluminium dalam antiperspirant. Kesimpulan ini didapat karena jaringan kanker payudara tidak mempunyai jumlah aluminium dibandingkan dengan jaringan normal.

Jika Anda memilih untuk menggunakan antiperpirant, pastikan menerapkannya dengan benar dan hati-hati. Ikuti tips ini untuk hasil terbaik:

– Oleskan antiperspirant malam sebelumnya (sebelum tidur). Menggeseknya tepat sebelum keluar rumah tidak akan membuat antiperspirant bekerja maksimal, karena bahan aktif di dalamnya perlu waktu untuk bereaksi.

Baca Yuk :  Hari Bumi 22 April 2022, Sejarah dan Cara Merayakannya

– Antiperspirant dapat diaplikasikan pada area selain ketiak (tidak seperti deodoran).

– Sebagian besar antiperspirant menawarkan perlindungan 12 hingga 48 jam, jadi kecuali jika berkeringat, Anda mungkin tidak perlu berulang kali mengoleskan antiperspirant pada siang hari.

 

Itulah cara membedakan deororan dan antiperspirant. Mereka bekerja dengan cara yang berbeda untuk mengurangi bau badan. Anda bisa menggunakan salah satunya untuk mengurangi bau badan dan keringat. Namun, Anda jangan lantas melupakan mandi. Mandi minimal dua kali sehari tetap jadi cara terbaik untuk menyingkirkan bau badan dan membersihkan tubuh secara keseluruhan.

 

*sumber:

https://hot.liputan6.com/read/4054491/serupa-tapi-tak-sama-ini-perbedaan-antiperspirant-dan-deodoran 

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3634705/deodoran-dan-antiperspiran-apa-bedanya



Tags : , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »