Cakwe Sang Hantu Goreng Tiongkok. Indonesia pernah dihebohkan dengan unggahan video seorang pria mengajak warganet untuk mencicipi Odading Mang Oleh. Odading erat kaitannya dengan Cakwe.

Cakwe Sang Hantu Goreng Tiongkok

Gerobak Odading Mang Oleh sendiri berlokasi di Jl. Baranangsiang No. 5, dekat Gedung Kesenian Rumentang Siang, Kota Bandung.


Kala itu sedang ramai di dunia maya, Mang Ade Londok atau biasa disapa Mang Ade mempromosikan Odading Mang Oleh dengan cara yang tidak biasa. Bagaimana tidak, rangkaian kalimat disusun olehnya dengan kombinasi bahasa Sunda dan Indonesia secara acak. Bahkan kata ‘Iron Man’ pun ikut disebut dalam promosinya disertai nada bicara seperti orang kesal namun jenaka. Sontak aksinya ini sukses mengocok perut warganet.

“Odading Mang Oleh.. Euumm rasanya seperti Anda menjadi Iron Man, belilah Odading Mang Oleh didieu. Karena lamun teu dahar Odading Mang Oleh, maneh teu gaul jeng Aing, lain balad Aing Gob**k. Ikan hiu makan tomat, Gob**k mun teu kadieu, Odading Mang Oleh rasanya an**ng banget,” serunya dalam video.

Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Kota Makassar Jumat 1 Juli 2022

Berkat video tersebut Odading Mang Oleh pun semakin ramai dikunjungin pelanggan. Bahkan mereka rela antre panjang demi mendapatkan odading viral itu. Sama seperti kebanyakan penjual odading lainnya, di kios Odading Mang Oleh, Odading dijajakan bersamaan dengan Cakwe. Dua menu tersebut seperti saudara yang tidak bisa dipisahkan. Namun tahukah Kawan Warta asal usul Cakwe?

Cakwe Berasal Dari Tiongkok

Cakwe sebenarnya merupakan kue khas dari Tiongkok. Bahan dasarnya hampir mirip dengan adonan donat. Bedanya Cakwe memiliki cita rasa asin dengan tekstur luar kering. Makanan ini umumnya dinikmati bersamaan dengan bubur ataupun saos sambal.

Awal mula Cakwe tercipta pada abad ke-12 lantaran masyarakat Tiongkok Selatan kesal dengan perdana Menteri Qin Hui dan istrinya. Mereka memfitnah seorang jenderal terkenal bernama Yue Fei pada zaman Dinasti Song.

Baca Yuk :  Dampak Orang Tua yang Selalu Merasa Benar

Ketika perang berkecamuk, Jenderal Yue Fei berhasil mengambil alih beberapa kota menjadi milik kerjaan Kaisar Tang Gaozong. Namun Qin Hui dan istrinya justru menuduh perang tersebut sebagai pemborosan anggaran negara. Sehingga Ia dan istrinya menghasut Sang Kaisar dan para menteri untuk menghukum Qin Hui. Akhirnya pada tahun 1163 hukuman mati harus diterima oleh Yue Fei.

Kemudian di bagian selatan Tiongkok ada pasangan pedagang bernama Xiaoer dan Li Si. Mereka merupakan dua diantara rakyat zaman Dinasti Song yang mengecam aksi Qin Hui beserta istrinya.

Sebagai bentuk protes, Xiaoer membuat makanan dengan adonan tepung berbentuk manusia saling memunggungi. Bentuk manusia ditujukan untuk Qin Hui dan istrinya yang licik. Lalu adonan tersebut digoreng dalam wajan berisi minyak. Tak lama adonan tepung itu muncul dari permukaan minyak yang panas. Spontan Xiaoer berteriak, ‘Dijual Hui Goreng’.

Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Kabupaten Kuningan Jumat 10 Juni 2022

Dalam masyrakat Tiongkok Cakwe memiliki makna hantu yang digoreng. Hantu diartikan sebagai bentuk kekejaman layaknya iblis atas apa yang dilakukan Qin Hui dan istrinya terhadap Yue Fei.

Melansir dari Historia.id, Aji Chen Bromokusumo, seorang penulis buku Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Indonesia, menjelaskan bahwa kata Cakwe merupakan nama murni dialek Cina Hokkian. Dalam linguistik dialek lain Cakwe dikenal dengan nama yang berbeda. Misalnya pada dialek Zhejiang, You Tiao merupakan nama yang disematkan untuk Cakwe. Sementara itu dialek Chaozhou menyebut Cakwe dengan nama Zha Gyi.

Cakwe Sang Hantu Goreng Tiongkok

Sumber: Ariwarta



Tags : , , , , , , , , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »