Bahaya Stres pada Ibu Hamil, perasaan tertekan atau stres dapat terjadi selama kehamilan, seperti halnya stres yang terjadi pada umumnya. Namun demikian, stres yang terjadi terus menerus pada ibu hamil dapat membuat anda tidak nyaman, hingga menyebabkan kesulitan untuk tidur, sakit kepala, kehilangan nafsu makan atau perilaku makan yang berlebihanan.

Stres yang berlebihan mampu meningkat menjadi depresi yang dapat  membahayakan kehamilannya. Pengaruh stres pada Ibu hamil tidak hanya terjadi pada janin namun dapat berlanjut dan memberikan dampak negatif pada si Kecil dari fase bayi hingga usia sekolah. Suatu studi epidemiologis menunjukkan bahwa stres dalam kehamilan dapat meningkatkan tingkat aborsi spontan, malformasi janin, dan kelahiran prematur.


Bahaya Stres pada Ibu Hamil

Dampak stres pada ibu hamil juga dapat memengaruhi kondisi janin. Apalagi, jika stres tersebut ibu rasakan terus-menerus tanpa penanganan lebih lanjut. Saat bumil dalam kondisi stres, peningkatan detak jantung ibu bisa berdampak pada detak jantung janin.

Bahaya Stres pada Ibu Hamil meningkatkan risiko terjadinya kondisi seperti berikut:

    Baca Yuk :
  • Keguguran
    Sebuah tinjauan studi pada tahun 2017 menghubungkan stres prenatal dengan meningkatnya risiko keguguran. Para peneliti menemukan bahwa ibu hamil yang mengalami peristiwa buruk atau terkena stres psikologis dua kali lebih mungkin mengalami keguguran dini. Hal ini diduga terjadi karena tubuh memproduksi hormon kortisol selama stres mungkin saja turut masuk ke plasenta. Tak hanya itu, stres di tempat kerja juga bisa memicu keguguran. Jadi, penting untuk membuat penyesuaian kerja saat hamil, terutama jika Anda bekerja shift malam atau mengharuskan untuk bepergian.
  • Preeklamsia
    Stres bisa saja memicu kenaikan tekanan darah pada ibu hamil. Tingginya tekanan darah saat hamil ini bisa memicu terjadinya preeklamsia pada ibu hamil. Kondisi ini harus segera ditangani karena jika tidak, preeklampsia dapat memicu terjadinya eklampsia dan komplikasi kehamilan berbahaya lainnya.
  • Diabetes gestasional
    Stres saat hamil bisa memicu ibu hamil lebih ingin makan makanan manis sebagai ajang pelampiasan stres yang terjadi padanya. Saat hamil, kebiasaan konsumsi makanan manis dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan meningkatkan risiko mengalami diabetes gestasional bila dilakukan terus-menerus.
  • Infeksi Rahim
    Ibu hamil stres dan menangis terus-menerus juga bisa meningkatkan terjadinya risiko infeksi dalam rahim (korioamnionitis). Kondisi ini merupakan efek samping dari komplikasi ketuban pecah dini pada ibu hamil.
  • Kelahiran prematur dan berat lahir rendah
    Sebuah studi kecil menghubungkan stres dengan kelahiran prematur (persalinan sebelum 37 minggu kehamilan). Studi tersebut menemukan bahwa stres dapat meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi prematur yang mungkin juga memiliki berat lahir rendah. Bayi prematur cenderung mengalami keterlambatan perkembangan dan gangguan belajar. Ketika dewasa, ia juga lebih mungkin memiliki masalah kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
  • Gangguan tidur
    Wanita yang mengalami stres selama mengandung lebih mungkin melahirkan bayi dengan gangguan tidur pasca lahir. Pasalnya, tingginya kadar kortisol atau hormon stres selama kehamilan mungkin saja masuk ke plasenta yang selanjutnya memengaruhi bagian otak yang mengatur pola tidur bayi.
  • Gangguan perilaku
    Meningkatnya hormon kortisol pada ibu ternyata juga berdampak pada bayi setelah dilahirkan, yang menyebabkan bayi akan cenderung lebih rewel, mudah marah dan sulit tidur. Pada sebuah jurnal menyatakan bahwa stres yang terjadi saat hamil memiliki resiko tinggi anak mengalami autis, hal ini disebabkan oleh karena terjadi perubahan gen ketika seorang ibu mengalami stres.
    Stres saat hamil juga bisa memengaruhi pertumbuhan janin dan lamanya kehamilan. Bahkan dalam beberapa kasus, efek stres pada ibu hamil bisa muncul bertahun-tahun kemudian setelah bayi dilahirkan. Sebuah studi pada tahun 2012 menunjukkan bahwa anak-anak lebih mungkin mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) akibat stres prenatal.
  • Meningkatkan bayi lahir rentan dengan berbagai penyakit
    Emosi dan stres berkepanjangan saat hamil bisa membuat bayi lebih berisiko terserang penyakit, termasuk jantung, tekanan darah tinggi, obesitas dan diabetes saat sudah beranjak dewasa. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan pembuluh darah di dalam tubuh bayi menyempit dan aliran darahnya tidak lancar sehingga membuatnya kekurangan oksigen. Kurangnya pasokan oksigen ini membuat tumbuh kembangnya terganggu.

Kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan janin, khawatir terhadap proses persalinan yang akan dilalui, rasa tidak nyaman pada perubahan fisik, hingga tekanan finansial menjadi beberapa penyebab ibu hamil mengalami stres tinggi.

Sebuah penelitian dari Association for Psychological Science menemukan bahwa janin yang berumur enam bulan bisa merasakan emosi yang sedang ibu rasakan. Ketika seorang ibu menangis karena atau stres, bayi juga ikut mengalami kecemasan yang luar biasa. Ia bisa mengusap wajahnya seperti orang dewasa yang sedang mengalami stres. Hal ini terjadi karena pada saat ibu merasa tertekan, tubuh akan menghasilkan hormon stres yang akan disalurkan ke janin melalui plasenta.

Semakin sering ibu merasa khawatir atau cemas, semakin banyak pula hormon stres yang dihasilkan dan disalurkan ke janin. Bila janin terus menerus mendapatkan hormon stres, lama kelamaan ia akan mengalami stres kronis. Padahal selama di dalam kandungan, janin sedang mengalami berbagai proses perkembangan termasuk salah satunya perkembangan sistem sarafnya. Bila proses perkembangan ini terganggu, janin tidak bisa tumbuh dengan optimal.

Karena bahaya stres ketika hamil dapat memengaruhi ibu dan janin, ada baiknya ibu hamil segera mencari solusi untuk menghilangkan stres. segera temui tenaga kesehatan mental professional jika diperlukan.

Bahaya Stres pada Ibu Hamil

Referensi:

  • https://www.sehatq.com
  • https://www.alodokter.com
  • https://hellosehat.com
  • https://www.klikdokter.com
  • https://www.halodoc.com
  • https://unb.com.bd/
Baca Yuk :

Rekomendasi Untuk Anda :


Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , , ,