Perhatikan Bahaya Kotoran Kucing di Taman. Kotoran kucing di sembarang tempat tidak hanya meninggalkan bau tidak sedap saja. Kotoran kucing bisa saja berbahaya bagi lingkungan sekeliling.

Perhatikan Bahaya Kotoran Kucing di Taman

Melansir dari Kompas, penelitian yang dilakukan oleh University of California Master Gardener Program of Contra Costa County, Amerika Serikat, kotoran kucing mengandung bakteri dan parasit seperti toksoplasmosis.


Jika masuk ke dalam tubuh manusia, T. gondii dapat bertahan pada kondisi tidak aktif. Umumnya, infeksi parasit ini dapat dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh sehingga tidak menimbulkan gejala. Meski begitu, parasit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius jika terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh rendah atau ibu hamil.

Baca Yuk :  Berikut 5 Fakta Unik di Balik Jajanan Hits Korea

Pada dasarnya, toksoplasmosis tidak dapat menyebar antarmanusia. Namun, ibu hamil dapat menularkan infeksi ini ke janinnya. Kondisi tersebut bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, cacat pada janin, keguguran, hingga kematian janin.

Hal ini tentu tidak hanya berbahaya bagi manusia, tapi juga tanaman di taman. Tanaman sayur tidak dapat ditanam dengan aman di taman yang sudah terkontaminasi kotoran kucing tanpa terlebih dahulu menggali dan menghilangkan lapisan atas tanah yang terkena tersebut.

Bahaya Serius Kotoran Kucing

Pada ibu hamil, toksoplasmosis dapat menyebabkan janin di dalam kandungan mengalami gangguan pertumbuhan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan keguguran atau kematian janin bisa terjadi.

Bayi baru lahir yang terinfeksi parasit T.gondii juga mungkin tidak mengalami gejala apa pun. Akan tetapi, beberapa gejala dapat timbul seiring bayi bertumbuh besar atau saat remaja. Gejala yang dimaksud berupa gangguan pendengaran, gangguan intelektual, atau infeksi berat pada mata.

Baca Yuk :  KODE REDEEM PUBG Mobile 12 Desember 2021 Terbaru

Selain itu bahaya infeksi parasitĀ T.gondiiĀ yang menyerang mata dapat menyebabkan penyakit mata, terutama di bagian retina. Kondisi ini dikenal sebagai retinokoroiditis.

Kondisi ini lebih sering terjadi ketika bayi yang terinfeksi toksoplasmosis tumbuh dewasa. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa terjadi beberapa saat setelah bayi lahir.

Gejala toksplasmosis pada penderita gangguan sistem kekebalan tubuh salah satunya yakni menyerang otak (ensefalitis), menyebabkan gejala berupa sulit bicara, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, pusing, bingung, kejang, hingga koma.

Perhatikan Bahaya Kotoran Kucing di Taman

Sumber: Kompas , Alodokter



Tags : , , , , , , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »