Bahaya Membiarkan Bayi Baru Lahir Menangis Terlalu Lama, Berdampak Pada Otaknya, Menurut pakar perkembangan anak di Inggris, menyarankan agar para orangtua untuk tidak membiarkan bayi mereka menangis terlalu lama.

Hal tersebut disarankan agar bayi yang menangis terlalu lama berisiko mengalami gangguan pada otaknya.


Bahaya Membiarkan Bayi Baru Lahir Menangis Terlalu Lama, Berdampak Pada Otaknya

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr Penelope Leach memang memunculkan beberapa perdebatan.

Pendapat Dr Leach memang bertolak belakang dengan keyakinan orangtua dan para ahli selama ini bahwa bayi boleh dibiarkan menangis selama 20 menit.

Beberapa pakar perkembangan lain, termasuk “Queen of Routine”, Gina Ford—penulis buku The Contented Little Baby Book pada 1999—menyarankan para orangtua untuk menerapkan kebiasaan pada bayi mereka seperti membiarkan menangis hingga terbentuk pola tidur yang teratur.

Namun Dr Penelope Leach menyampaikan  dalam buku terbarunya The Essential First Year – What Babies Need Parents to Know.

Dr Leach mengatakan bahwa kajian riset terbaru membuktikan bahwa menangis dalam waktu lama dapat mengganggu pembentukan otak sehingga menimbulkan kesulitan bagi anak dalam belajar di masa hidupnya.

Baca Yuk :  Download PDF Hasil Tes CPNS 2021, Login sscasn.bkn.go.id

Fakta bahwa membiarkan anak menangis itu berpotensi menimbulkan kerugian. Sekarang kami mengetahui mengapa hal itu berisiko,” ujar pakar yang terkenal dengan bukunya pada 1970 berjudul Your Baby And Child: From Birth To Age Five.

Dr Leach mengatakan, bayi yang baru lahir belum memiliki kematangan secara mental untuk “belajar” tidur pada saat yang tepat.

Bayi yang dibiarkan menangis terlalu lama memang akan berhenti menangis, namun  bukan berarti karena ia telah belajar tidur sendiri dengan cara menyenangkan. Melainkan karena kelelahan dan putus asa mencari pertolongan,” ungkap Dr Leach.

Dr Leach juga menjelaskan bahwa menangis dapat memicu peningkatan produksi hormon stres, yakni kortisol. Dengan menangis dalam jangka waktu lama dan terjadi berulang kali, artinya kortisol yang diproduksi akan banyak sehingga dapat membahayakan otak. “Beberapa ahli saraf menggambarkan hal itu akan menjadi racun bagi otak,” ujarnya.

Fakta tersebut bukan berarti bahwa bayi tidak boleh menangis sama sekali, atau orangtua menjadi khawatir kalau anaknya menangis.

“Semua bayi menangis, lebih sering dibandingkan yang lainnya. Bukan berarti menangis adalah hal buruk bagi bayi, tetapi menangis yang tidak mendapatkan respons,” paparnya.

Baca Yuk :  Jadwal SIM KELILING Kota Bandung Senin 13 Juni 2022

Pendapat yang diungkap Dr Leach, yang juga dipublikasi sejumlah media massa Inggris, berbeda dengan hasil penelitian lain yang dipublikasikan bulan lalu. Penelitian tersebut digagas tim dari Murdoch Children’s Research Institute, Australia.

Riset tersebut meneliti 225 bayi berusia enam bulan yang mendapatkan intervensi perilaku tidur.

Beberapa penelitian lain juga mengindikasikan bahwa 50 persen orangtua memiliki masalah dengan pola tidur anak-anaknya, dan sering kali akibat problem rumah tangga.

Bahaya Membiarkan Bayi Baru Lahir Menangis Terlalu Lama

Membiarkan anak menangis terlalu lama, terutama di 3 bulan pertama usianya, dapat berisiko menimbulkan dampak yang kurang baik bagi perkembangan psikologisnya.

Menurut penelitian, terlalu lama membiarkan si Kecil menangis bisa membuatnya merasa tertekan. Hal ini nantinya akan berdampak kurang baik bagi proses tumbuh kembangnya, seperti

  • Mudah merasa cemas,
  • Kurang responsif terhadap orang lain,
  • Bisa menyebabkan ia memberikan perlakuan yang sama pada orang–orang di sekitar.

Perasaan tertekan yang terus menerus ini, lama-kelamaan bisa menyebabkan munculnya Distressed Tantrum.

Baca Yuk :  KODE REDEEM GENSHIN IMPACT 11 April 2022 Terbaru Terlengkap

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, Yale, maupun Baylor, perasaan tertekan dapat menurunkan fungsi dari sel otak pada bayi. Hal ini nantinya bisa menyebabkan si Kecil mengalami gangguan konsentrasi (ADHD), prestasi akademik yang kurang baik, atau kecenderungan menjadi anti-sosial.

Dr. Rao dari National Institutes of Health mengungkapkan kalau bayi yang dibiarkan menangis terlalu lama di 3 bulan pertama, berisiko mengalami perkembangan kemampuan motorik yang lemah dan memiliki IQ 9 poin lebih rendah di usia 5 tahun.

Perasaan yang timbul saat menangis jangka panjang ini mampu membuat tubuh dan otak bayi dipenuhi adrenalin dan hormon kortisol, yang merupakan hormon stres dan mampu mengganggu perkembangan otak bayi.

Dalam jangka panjang, kehadiran hormon stres ini mampu mengganggu koneksi antar saraf neuron dalam otak Si Kecil.

Referensi Kompas.com, ibudanbalita.com



Tags : , , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »