7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan. Konsep sustainable fashion atau zero waste belakangan menjadi inspirasi brand lokal untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan.

Sustainable fashion adalah gerakan atau proses yang mendorong para pemerhati fashion mengubah produk pakaian dari segi perancangan, produksi, distribusi hingga digunakan dengan cara berkelanjutan.


7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan

Fungsi utama dari gaya hidup mengenakan produk sustainable fashion adalah mengurangi produksi dari pakaian. Seperti yang diketahui, pakaian merupakan salah satu penyumbang polusi terbesar di lingkungan

Yaitu pembeli menginginkan brand fashion yang memenuhi kebutuhan gaya hidup berkelanjutan dalam mode alias ramah lingkungan. Hal itu membenarkan prediksi tentang tren conscious lifestyle.

Di mana pola perilaku konsumen dalam memilih dan membeli produk secara sadar mempertimbangkan apakah memiliki dampak pada lingkungan dan masyarakat. Sebab itu jangan meremehkan pengaruh konsumen karena jika brand tak memenuhi keinginan sustainable living, maka mereka memilih untuk beralih.

Baca Yuk :

Hasil survei lainnya mengatakan, 54 persen brand fashion ramah lingkungan merasakan peningkatan permintaan sejak pandemi dimulai. Dan sebanyak 57 persen pembeli setuju jika mereka ingin membuat perubahan signifikan pada gaya hidup dengan mengurangi dampak buruk untuk lingkungan melansir sustainablebrands.com.

Apakah hal tersebut juga berlaku untuk pembeli di Indonesia? Menunggu ada hasil studi atau surveinya, yuk, kita cari tahu brand fashion lokal ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan;

  1. Sejauh Mata Memandang

Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang Chitra Subiyakto berkomitmen untuk menciptakan fashion ramah lingkungan karena faktanya industri pakaian jadi penyumbang polusi kedua terbesar di bumi. Sejauh Mata Memandang adalah pesan cinta pada Indonesia dan bumi dengan mencoba lebih bertanggung jawab pada lingkungan.

Selain itu, Sejauh Mata Memandang juga memberdayakan masyarakat serta mengangkat kekayaan wastra Indonesia dan mengemasnya dalam pakaian kasual yang bisa dipakai sehari-hari. Sejauh Mata Memandang juga bekerja sama dengan Lenzing yang memproduksi serat tencel yaitu serat pakaian alternatif berbasis selulosa yang mudah terurai.

7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan

sumber : https://akamaized.net/

  1. Zalia Basic

Zalia, brand modest milik Zalora juga bergabung menciptakan busana sehari-hari yang berkelanjutan. Lewat koleksi terbarunya ‘Earth’. Zalia memilih serat LENZING™ ECOVERO™ yang berkontribusi untuk fashion yang lebih sehat serta masa depan lebih berkelanjutan.

“Sumber bahan baku dan produksi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan adalah inti dari praktik kami; dan dengan diluncurkannya koleksi Earth, kami berharap untuk dapat mengurangi dampak lingkungan kami dan mengambil langkah yang lebih berkelanjutan di dunia fashion,” ujar Modest Category Manager Zalora Shasha Ahmad.

7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan

sumber : https://group.com/

  1. SARE/ studio

Homewear brand Sare Studio bentukan Cempaka Asriani dan Putri Amandewi juga memutuskan untuk memakai material ramah lingkungan. Sare juga menjalin kerja sama dengan produsen serat ramah lingkuhgan asal Austria, LENZING™.

Serat LENZING™ ECOVERO™ berasal dari kayu dan tersertifikasi dan berkelanjutan. Juga telah menerima sertifikasi dari EU Ecolable karena memenuhi standar lingkungan di seluruh siklus hidupnya; dari pengambilan material mentah hingga produksi, distribusi, dan proses pembuangannya.

7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan

sumber : https://gatra.com/

  1. Wilsen Willim

Masih bekerja sama dengan Lenzing, Wilsen Willim membuat pakaian dari material bio degradable yang terbuat dari bubur kertas dengan rangkaian produksi ramah lingkungan. Lewat koleksi Spring/Summer 2020 bertajuk ‘Anatomy’, Wilsen bereksplorasi dengan siluet dan potongan kontemporer dan tetap tailored.

Seperti blazer, trech coat, dress, kemeja, sampai rok yang mengembang dengan warna monokrom hitam dan putih. Siapa sangka pakaian tersebut terbuat dari alam untuk kelestarian alam.

7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan

sumber : https://www.dewimagazine.com/

  1. Sukkha Citta

Perawarnaan tekstil menjadikan industri pakaian sebagai polusi air terbesar kedua di dunia. Sebab itu Sukkha Citta mengklaim jika mereka bukan bertujuan menjadi brand fashion namun ingin memberdayakan para pengrajin.

Solusi yang diambil adalah memproses pewarnaan pakaian alami pertama di Indonesia yang 100 persen bisa dilacak asal-usulnya. Seperti dari mana bahannya berasal serta memanfaatkan dan memberdayakan bahan-bahan dari komunitas pertanian lokal yang bebas bahan kimia.

sumber : https://scdn.net/

  1. Lanivatti

Brand fashion lokal milik fotografer Nicoline Patricia ini juga bekerja sama dengan Tencel lewat koleksi “Beyond Borders”. Dengan menggunakan bahan serat selulosa, pakaian ini bisa menyesuaikan dengan suhu tubuh. Sehingga bisa digunakan ketika di area panas dan dingin.

“Semuanya itu dibuat dari sustainable fibre dan juga diproduksi dengan etis juga. Itu key value that we comprise. Semuanya sudah melewati durability test, termasuk sebagai seorang traveller sendiri, aku harus memastikan baju itu bisa perform di segala kondisi.

7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan

sumber : https://harpersbazaar.co.id/

  1. Cottonink

Cottonink juga tak mau ketinggalan menghadirkan inovasi baru dengan meluncurkan koleksi perdana sustainable fashion bertajuk Pastel Whimsical. Koleksi ini berkolaborasi dengan tekstil TENCEL™ dengan nuansa cerah bergaya santai, yang mudah dipadu-padankan secara apik, untuk lengkapi gaya di segala suasana.

Pastel Whimsical mengajak publik untuk lebih cermat memilih produk fashion yang tak hanya penuh gaya, namun juga ramah lingkungan serta diproduksi secara berkelanjutan. Serat TENCEL™, yang menjadi bahan utama pembuatan benang dan kain, terbuat dari pulp kayu yang berasal dari hutan industri yang dikelola secara berkelanjutan dan bersertifikasi FSC® atau PEFC™.

Proses pembuatan serat alami TENCEL™ memiliki konsep closed-loop production. Proses ini mengubah pulp menjadi serat selulosa, dengan optimalisasi sumber daya dan mengolah kembali sisa pembuangan menjadi energi untuk berproduksi kembali.

Karena terbuat dari bahan dasar yang alami, produk pakaian yang mengandung serat ini mampu terurai kembali ke alam, sehingga aman terhadap lingkungan dan mengurangi pencemaran.

7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan

sumber : https://www.kamarupa.co.id/

7 Rekomendasi Fashion Lokal yang Ramah Lingkungan

Sumber : https://www.fimela.com/

Baca Yuk :

Rekomendasi Untuk Anda :


Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , ,